Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Lantunan Doa yang Bertengkar

[PUISI] Lantunan Doa yang Bertengkar
ilustrasi seorang wanita di bawah pemandangan langit jingga (pexels.com/Eugene Golovesov)
Share Article

Akulah Majnun pada kisah Layla yang baru
Menjadikan doa bahasa cinta paling candu
Kusimpul namamu di katup bibirku
Kumantrakan agar Tuhan memberi restu

Namun, aku sendiri sedang engkau menyebut nama lain tiap pagi
Kita kejar-kejaran mengejar nama yang menggaris untuk pergi
Sedang di selasar hati, aku menjumpaimu terengah
Meneguk tiap rintik air mata gerimis yang mulai jengah

Hati siapa tak iba
Bukannya mendongak dengan percaya
Aku justru memungut serpihan cederamu
Menangkal lukamu dengan satu-satunya penawar milikku

Pada detik waktu yang hampir menggerus harapku
Aku memutus berhenti merapalkanmu
Doa tak lagi kuantar agar kita tak bertengkar di selasar milik Tuhan
Anganku lantas kubakar tanpa pernah sempat kita rayakan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Laila Nurjanah
EditorLaila Nurjanah

Related Articles

See More

[PUISI] Masih Menyala Pelan

22 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction