Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Luka Tak Kunjung Mereda dan Terjeda

[PUISI] Luka Tak Kunjung Mereda dan Terjeda
ilustrasi seseorang berjalan sendirian di hutan (pexels.com/@meryl-unlao)
Share Article

Bagaikan terjebak di hutan belantara

Pohon menjulang tinggi menertawai

Anak malang yang sedang tersesat

Seperti pantas dapat ucapan kasihan

Hewan buas terdengar ada dan tiada

Bila wujudnya tampak di bola mata

Sontak ku berteriak sekencangnya 


Kakiku tenggelam ke lumpur terdalam

Tubuh bak terseret arus ombak lautan

Aku habis-habisan dihantam, ah sialan

Luka tak kunjung mereda dan terjeda

Hai gerangan, kuingin meraih sebuah

kebahagiaan untukku di masa depan

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team