Malam menyelimuti dalam balutan resah
Detik demi detik tergerus tanpa adanya jeda
Tak kutemui suara apapun di tempatku berada
Selain adanya bunyi gaduh di dalam kepala

Netraku enggan terpejam begitu saja
Layar kugulir demi memeluk lupa
Aku menunggu jawaban yang tak lekas segera
Dan nyatanya separuh kekhawatiran tak bisa lenyap begitu saja

Aku ingin berlari ke tanah penuh bahagia
Tertawa renyah tanpa risau perkara apa saja
Tapi nyatanya ilusi indah bisa kurengkuh sementara
Saat aku memilih melupa akan sesuatu yang ada