Membabati sanggahan api
Nostalgia mengerjap
Nuansanya perih
Jalan bentala meliuk tajam
Berlindung di depan cahaya
Tangan menyatu dengan warnanya
Gulita diselimuti letupan
Mengeja temaram
Wanita yang menelan bayangan
Memaki detikan waktu
Mengalirkan semburan rasa
Di depan mata yang surut
Buntu di rongga cinta
Bongkahan memori menyeruak
Mengukir baja di ujung senjata
Menahan perpisahan
Mahkota dusta tersadar
Melucuti lisan dengan geragas
Itukah asmara?
Nodanya terlihat suci
Memudarnya aksara
Putihnya telah usai
Senja pulang kemarin
Saat hati menyingkirkannya
![[PUISI] Menjaga Letupan Kala Mengeja Rasa](https://image.idntimes.com/post/20260708/pexels-delot-19714127_357197c7-716e-4804-bf0e-e5aabf885b5c.jpg)