Logika lelah menjaga waras yang kian retak
Isi kepala porak-poranda dihantam ombak
Kalian bilang aku kurang bersujud dan pasrah
Padahal, isi dada babak belur berlumur darah

Tepuk tangan untuk dunia yang lihai menuntut
Memaksa senyum tegak saat sendi berlutut
Sering kali ingin kupatahkan sisa waras ini
Sebab, berpura-pura baik itu melelahkan hati

Jadi, biarkan malam ini menjadi saksi bisu
Saat aku melepas kemudi dari jemari yang kaku
Besok, kalau tawaku sumbang dan hambar
Jangan tanya mengapa, toh warasku telah buyar