Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Rantai Kerah Metropolis

[PUISI] Rantai Kerah Metropolis
ilustrasi pekerja kantoran (magnific.com/freepik)
Share Article

Sikut sana sikut sini dengan dasi
Yang keluar masuk silih berganti
Tetap bertahan lidah berpegangan
Memompa dopamin para penguasa

Selipkan syair retoris di telinganya
Mainkan eufemisme agar tak tersinggung
Beri penyedap sedikit bumbu hiperbola
Dan drama otokrasi kembali bergaung

Kadang target fiksi dipecut agar terjadi
Menikam alur arunika dan swastamita
Ditemani sinar rembulan sang penguntit
Kembali dengan lelah dan tatapan curiga

Hari-hari tanpa pembeda
Waktu hanya gelap dan terang
Tanggal merah masih lama
Lukislah rencana dari sekarang

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team