Di kepalaku hidup monster-monster kecil
Memungut suara dari mulut yang berlalu
Mengubahnya menjadi gema yang panjang
Hingga sunyi pun terasa bising
Mereka menakar langkahku dengan orang lain
Lalu menyebut lambat sebagai kegagalan
Menjadikan harap serupa beban
Dan mimpi terasa semakin jauh
Namun ketika kutoleh jalan yang kutempuh
Kulihat doa-doa lama telah menjelma nyata
Banyak pintu yang diam-diam terbuka
Sementara aku lupa mensyukurinya
Barulah kusadari waktu tak pernah seragam
Setiap jiwa memiliki musimnya sendiri
Tak semua bunga mekar di pagi yang sama
Tak semua perjalanan tiba bersamaan
Maka kuberi monster itu nama: ketakutan
Lalu kubiarkan ia kehilangan kuasanya
Sebab syukur lebih nyaring daripada bisikannya
Dan aku akan tetap berjalan dengan waktuku sendiri
![[PUISI] Monster yang Kuberi Nama](https://image.idntimes.com/post/20260717/pexels-andres-cadena-251119993-14425618_4ff4bbcc-4aa6-46d7-9b1f-6069bf314edf.jpg)