Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Perang yang Tak Terlihat
ilustrasi seorang pria yang sendirian (pexels.com/Ferdous Hasan)

Tak ada suara ketika kebiasaan lama datang
Ia tumbuh diam di sela-sela pikiranku
Menawarkan nyaman yang pernah kukenal
Lalu perlahan menjauhkan aku dari tujuan

Ada sisi diri yang sulit kulepaskan
Meski tahu ia sering membawa keraguan
Bertahun-tahun kubiarkan tumbuh tanpa batas
Sampai akarnya menyentuh bagian terdalam

Kini perang itu berlangsung tanpa saksi
Setiap hari kuhadapi diriku sendiri
Mencabut sedikit demi sedikit yang merusak
Meski terkadang tangan ini ingin berhenti

Aku tahu berubah bukan perkara sehari
Ada bagian lama yang terus mengetuk pintu
Namun kali ini aku memilih tidak membukanya
Sebab hidup yang baru membutuhkan ruang yang baru

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎