Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Perempuan dan Tenggat Waktunya
ilustrasi perempuan dan anaknya (pexels.com/Gustavo Fring)

Jangan...
Nak, jangan berlari-larian
Tak terlihat anggun seperti perempuan
Nak, rokmu perlu dipanjangkan
Agar terlihat sopan dan berwawasan
Nak, bantu Ibu di belakang
Jangan hanya bermalas-malasan
Seolah sejak lahir tak pernah diberi ruang untuk sekadar menjadi

Kapan dan kapan
Kapan sekolahmu selesai?
Kapan pulang ke kampung halaman?
Kapan berdiri di pelaminan?
Kapan bisa memberi momongan?
Seolah Tuhan memberi kewajiban

Haruskah selalu Ia menjelaskan
Hanya karena seorang perempuan
Mengapa harus ditanya kapan
Seakan menjadi perempuan adalah perlombaan
Yang bila tak sesuai maka boleh dilupakan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team