Jangan...
Nak, jangan berlari-larian
Tak terlihat anggun seperti perempuan
Nak, rokmu perlu dipanjangkan
Agar terlihat sopan dan berwawasan
Nak, bantu Ibu di belakang
Jangan hanya bermalas-malasan
Seolah sejak lahir tak pernah diberi ruang untuk sekadar menjadi
Kapan dan kapan
Kapan sekolahmu selesai?
Kapan pulang ke kampung halaman?
Kapan berdiri di pelaminan?
Kapan bisa memberi momongan?
Seolah Tuhan memberi kewajiban
Haruskah selalu Ia menjelaskan
Hanya karena seorang perempuan
Mengapa harus ditanya kapan
Seakan menjadi perempuan adalah perlombaan
Yang bila tak sesuai maka boleh dilupakan
![[PUISI] Perempuan dan Tenggat Waktunya](https://image.idntimes.com/post/20260607/pexels-gustavo-fring-4173151_ae1b2e88-139b-4de8-997a-c200429ddd5a.jpg)