Kecewa tidak selalu hadir sebagai badai
Kadang hanya duduk di sudut pikiran
Mengubah hal-hal kecil menjadi pertanyaan
Lalu membiarkannya tumbuh sepanjang malam

Wajahku tetap terlihat seperti biasa
Langkahku masih berjalan ke depan
Namun ada sesuatu yang terus berbisik
Tentang kemungkinan yang belum terjadi

Aku mencoba mengusirnya dengan kesibukan
Menenggelamkannya dalam banyak rencana
Tetapi saat segala suara mereda
Ia kembali mengambil tempatnya

Cemas itu tidak pernah meninggikan nada
Tidak meminta untuk diperhatikan
Ia hanya tinggal lebih lama dari seharusnya
Di hati yang lelah memikirkan hari esok