Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Pohon yang Tak Pernah Meminta Hujan
ilustrasi ayah dan anak (unsplash.com/Brittani Burns)

Untuk lelaki yang mengajarkan teduh tanpa banyak kata

Ayah menjelma pohon tua

Yang akarnya menembus cemas

Menahan badai agar halaman rumah tetap dipenuhi tawa

Tak pernah kulihat ia meminta langit

Mengembalikan daun-daun yang gugur

Ia memilih berdamai dengan musim

Meski ranting-rantingnya patah diam-diam

Di bahunya

Langit terasa lebih tinggi

Sebab di sanalah

Harapan belajar bertahan

Kami tumbuh mengira dunia memang seramah itu

Hingga waktu mengajarkan

Ada sepasang bahu

Yang diam-diam menyangga harapan

Ketika rambutnya mulai memutih

Barulah kami mengerti

Akar memang tak pernah terlihat

Tetapi darinyalah

Kehidupan belajar berdiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team