Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    [PUISI] Rantau di Dalam Diri
    Ilustrasi kamar yang terasa kosong. (pexels.com/Janco Ferlic)

    Dulu jarak sekecil pintu kamar
    sudah cukup membuat hati gundah.

    Langkah orang tua menjauh
    sering terasa seperti sesuatu yang tidak selesai
    di dalam kepala.

    Petir terasa lebih dekat
    daripada langit yang sebenarnya jauh.
    Hujan seperti tanda bahwa sesuatu dapat hilang
    tanpa sempat dipahami arahnya. 

    Malam-malam berpindah ruang
    ke kamar yang lebih terang,
    atau ke ruang yang bukan milik sendiri
    asal ada suara napas lain di dalamnya.

    Lalu jarak mulai punya bentuknya sendiri.
    Tidak lagi hanya tentang pintu kamar,
    tapi tentang orang-orang yang pergi
    dan pulang dengan waktu yang tidak sama. 

    Tentang rumah yang tidak lagi satu,
    melainkan tersebar di tempat-tempat yang harus diingat satu per satu. 

    Kini jarak itu hanya sebatas lewat.
    Tidak ada lagi yang perlu ditakuti

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

    Curated For You

    Editorial Team