Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Rintihan di Tepi Impian
ilustrasi orang bersedih (pexels.com/Ruslan Sikunov)

Aku pernah berdiri di tepi impian

Hampir jatuh terperosok dalam jurang keputusasaan

Takdir membawaku pada hal mengecewakan

Tapi kucoba bertahan untuk yang kesekian

 

Langkahku tertahan besi penghalang

Rayap mimpi memakan ambisi pejuang

Tak lagi kutemukan kata "tualang"

Karena tubuhku terpaksa lelap di ranjang

 

Derai air mengucur tiada lelah

Nyatanya aku juga sering berkeluh kesah

Terkadang lupa bahwa terbaliknya arah

Menunjukkan adanya pemegang kendali yang nyata

 

Bisik lembut mulai terdengar di hati dan telinga

Barangkali bukan karena aku gagal sebagai manusia

Mungkin ada ribuan alasan tak terkira

Karena aku tahu hidupku bernaung akan kasih-Nya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team