Aku pernah berdiri di tepi impian
Hampir jatuh terperosok dalam jurang keputusasaan
Takdir membawaku pada hal mengecewakan
Tapi kucoba bertahan untuk yang kesekian
Langkahku tertahan besi penghalang
Rayap mimpi memakan ambisi pejuang
Tak lagi kutemukan kata "tualang"
Karena tubuhku terpaksa lelap di ranjang
Derai air mengucur tiada lelah
Nyatanya aku juga sering berkeluh kesah
Terkadang lupa bahwa terbaliknya arah
Menunjukkan adanya pemegang kendali yang nyata
Bisik lembut mulai terdengar di hati dan telinga
Barangkali bukan karena aku gagal sebagai manusia
Mungkin ada ribuan alasan tak terkira
Karena aku tahu hidupku bernaung akan kasih-Nya
![[PUISI] Rintihan di Tepi Impian](https://image.idntimes.com/post/20260922/pexels-sikunovruslan-18712525_4ebf4f93-4fce-48e8-98e8-6de1f6af3b13.jpg)