Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Salah Menafsirkan Pertemuan
ilustrasi siluet pasangan romantis (pexels.com/Josh Hild)

Kukira temu adalah permulaan,
Saat tatap menjelma percakapan.
Ternyata aku salah menafsirkan,
Kau hanya singgah, bukan menetap kemudian.

Kukira senyum menyimpan pertanda,
Ada rasa yang tumbuh tanpa suara.
Namun, aku terlalu pandai menerka,
Sementara kau biasa saja sejak semula.

Kita bertemu di simpang yang sama,
Lalu berjalan ke arah berbeda.
Aku sibuk memberi temu sebuah makna,
Kau bahkan tak pernah menyebutnya cinta.

Kini, kupahami setelah kehilangan,
Tak semua temu meminta kelanjutan.
Ada yang datang sekadar mengajarkan,
Cara merelakan tanpa menyalahkan keadaan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎