Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Satu Pagi Menjamu Agustus
ilustrasi pagi hari (pexels.com/Ahmet Yordam)

Waktu secepat arus membawaku sampai ke titik Agustus
Masih disuguhi secangkir kopi yang berdenting pahit
Kian banyak senang berdatangan dalam menu sarapanku
Apakah ini pagi milikku? Tanyaku di hari yang terus berulang

Sebab aku suka melamuni diriku di pelataran teras
Menatap kosong di hadapan hampa
Mempertanyakan soal langkah yang telah kulalui kemarin
Apa semua benar? Atau aku akan tersasar?

Justru aku lebih menyukai tersesat dalam jalur yang diberikan Tuhan
Lalu aku menyusuri dalam kegelapan
Takkan apa jika harus merelakan menit-menit yang terbuang
Asalkan temuiku pada jalan keluar yang telah kau janjikan itu

Harapku menjulang tinggi pada Agustus
Semoga ia menyertaiku dalam segala baik yang telah disiapkan
Dan aku akan berjalan di atas hari-harimu yang mungkin melekat arti di kepalaku
Karena seporsi rasa milikku belum tertuang, semoga Agustus bisa menadahkannya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team