Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sebatas Pengingat
ilustrasi merenung (pexels.com/Takeshi Charly)

Kembali aku memimpikannya
Mimpi yang sama sekali tak kuinginkan
Namun anehnya, sebagian diriku masih menyukainya
Dan terus menyimpan bayangnya hingga pagi

Aku tak ingin menganggapnya pertanda
Kata orang, pikiranku masih dipenuhi dirinya
Hingga ia tumbuh sendiri di alam bawah sadarku
Lalu menjelma kembali dalam tidurku

Tapi aku berani bersumpah
Sejak hari itu, tak pernah sengaja kuingat dirinya
Aku telah memilih melangkah sendirian
Meninggalkan semua luka, termasuk dirinya

Bagaimanapun, ia tetap bagian dari ceritaku
Meski akhirnya meninggalkan jejak yang pahit
Dari luka itu aku belajar banyak hal
Tentang batas, tentang rapuh, tentang diriku sendiri

Mungkin mimpi itu datang bukan untuk menggodaku
Melainkan untuk mengingatkanku
Agar aku tak kembali pada kesalahan yang sama
Dan tak lagi mengorbankan hatiku begitu saja

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team