Dalam genggaman yang hangat
Sebongkah es meluruh dengan sabar
Ia membasuh sisa panas yang tergesa
Sebelum akhirnya raib tanpa bersuara
Aku menatap diri seperti itu
Beku, keras, takut meleleh
Takut bentukku lenyap saat dunia menarik
Padahal, waktu tak menunggu siapa pun
Dunia tak diciptakan untuk membeku
Yang kaku akan retak, yang lepas akan mengalir
Biarlah aku meleleh perlahan
Mengikuti arus, tanpa menolak arah yang menunggu
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sebongkah Es
![[PUISI] Sebongkah Es](https://image.idntimes.com/post/20260331/pexels-ufoops-8732572_5fd16602-51a0-4b14-97cb-634ac912c916.jpg)
ilustrasi sebongkah es (pexels.com/Diana Smykova)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks
Editorial Team
EditorYudha
Follow Us