Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Sedari Awal Monolog
ilustrasi perempuan bersiap naik ke pentas (Pexels.com/cottonbro studio)

Saat kuberanikan mengucap prolog
Kukira percakapan kekal hingga epilog
Tapi nyatanya aku hanya bermonolog
Tanpa balas, seolah memang tak pantas

Namun, tanpa penat kutulis ulang naskah
Barangkali, karakter tak sesuai selera
Atau dialog terasa rumpang makna
Asalkan kau masih di dalam cerita

Ironisnya, kau tak inginkan peran utama
Meski berulang kali kurombak tema
Aku bukanlah lawan main yang kau damba
Pantas saja, adegan tak pernah bernyawa

Jadi, kurelakan pertunjukan terhenti
Bila pentas memang tak kau gemari
Biar kututup tirai 'tuk akhiri
Kali ini ... carilah panggungmu sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎