Senja datang dengan warna yang indah,
dan aku terbuai oleh kilaunya,
namun tak semua orang melihat sisi gelapnya.
Di balik langit yang perlahan meredup,
ada perpisahan yang berjalan lembut tanpa suara.
Cahaya tenggelam sedikit demi sedikit,
membawa pergi hal-hal yang tak sempat dipertahankan,
menyisakan kenangan yang masih bertahan
di sudut hati yang sepi dan enggan melupakan.
Aku berdiri sendiri memandang ufuk yang memudar,
membiarkan waktu menyelesaikan tugasnya.
Karena seperti senja yang pada akhirnya pergi,
ada hal-hal yang memang harus dilepaskan.
Dan pada sisi gelap senja itu,
aku mencoba belajar menerima kehilangan,
meski dengan langkah yang tertatih,
tanpa membenci kenangan yang ditinggalkannya.
![[PUISI] Sisi Gelap Senja](https://image.idntimes.com/post/20260602/pexels-lucaspezeta-6828425_47de34d4-cf4c-451d-b4cd-5593be5625bf.jpg)