Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam
ilustrasi korban perang (pexels.com/Ahmed akacha)
Share Article

Kurang lebih satu jam lamanya aku diam menatap layar handphone
Tangisku selesai, tapi butuh waktu lebih untuk menenangkan diri
Lamunanku masih berhenti pada wajah anak-anak kecil yang menangis ketakutan
Suara tangisnya menyayat hati, mereka tak bisa lari

Dalam diam, aku merapal doa-doa, memintakan perlindungan pada semesta
Semoga anak-anak korban perang menemukan suaka
Semoga tangis dan ketakutan mereka dibayar dengan bahagia setelahnya
Mereka tidak layak jadi korban, keserakahan orang dewasa yang gila kuasa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction