Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam
ilustrasi korban perang (pexels.com/Ahmed akacha)
Share Article

Kurang lebih satu jam lamanya aku diam menatap layar handphone
Tangisku selesai, tapi butuh waktu lebih untuk menenangkan diri
Lamunanku masih berhenti pada wajah anak-anak kecil yang menangis ketakutan
Suara tangisnya menyayat hati, mereka tak bisa lari

Dalam diam, aku merapal doa-doa, memintakan perlindungan pada semesta
Semoga anak-anak korban perang menemukan suaka
Semoga tangis dan ketakutan mereka dibayar dengan bahagia setelahnya
Mereka tidak layak jadi korban, keserakahan orang dewasa yang gila kuasa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
[PUISI] Missing You

[PUISI] Missing You

12 Nov 2025, 20:59 WIB
Editorial Team