Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Subuh yang Beku
ilustrasi suasana ketika subuh (pexels.com/Mi Carmo)

azan subuh telah dikumandangkan
menyapa embun-embun yang masih bergantungan
tetapi aku masih saja telentang
lalu meringkuk dengan lutut yang kupeluk

selimut pun kurapatkan
dan gigil segera menyusup
mencari celah "Allahu Akbar"
bunyinya terdengar makin jauh
dan tubuh makin membeku
membisu

dalam sekejap lelap menyergap
lantas, tiba-tiba tersentak
terlempar dari mimpi
mata terbuka dan subuh telah lalu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team