Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Terbiasa Berdosa

[PUISI] Terbiasa Berdosa
ilustrasi perempuan bertopeng (unsplash.com/Engin Akyurt)

Awalnya ragu, hatiku menggigil
Langkah kecilku terasa getir
Sekali tergelincir, hati pun terbelah
Namun bisikan gelap membela

Hari demi hari, malu pun pudar
Dosa kecil berubah jadi kebiasaan wajar
Yang dulu kutolak, kini kujemput
Dulunya kutangisi, kini kutertawakan lembut

Kupakai topeng dalam cahaya meredup
Sembunyikan hati yang kian gelap
Kebaikan kini terasa seperti beban
Karena gelap jadi pelukan yang nyaman

Telinga tuli pada nasihat suci
Mata buta pada nurani yang menangis sepi
Karena dosa telah menjelma rumah yang biasa
Masih adakah jalan pulang kepada-Nya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Tentang Perang yang Tidak Akan Pernah Dimenangkan

07 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Makhluk Lelucon

[PUISI] Makhluk Lelucon

06 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Perjanjian Sunyi

[PUISI] Perjanjian Sunyi

06 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Pisau Emas

[PUISI] Pisau Emas

05 Mar 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Mengais Ironi

[PUISI] Mengais Ironi

04 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kelam Malam Silam

[PUISI] Kelam Malam Silam

04 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction