Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar
ilustrasi perempuan merenung (pexels.com/cottonbro studio)

Kukira tatapmu menyimpan tujuan,
Ternyata hanya singgah dalam perjalanan.
Aku telanjur menaruh pengharapan,
Pada isyarat tanpa kepastian.

Kau datang serupa cahaya temaram,
Cukup dekat, tetapi tetap tenggelam.
Kukejar bayang hingga malam kelam,
Baru kusadar semuanya begitu samar.

Barangkali aku salah membaca,
Mengira diam sebagai pertanda.
Sedang bagimu semua biasa saja,
Dan aku sibuk merangkai makna.

Kini, harap perlahan kulepaskan,
Meski hati belum selesai merelakan.
Sebab, yang samar tak perlu dipaksakan,
Ada yang indah meski tak ditakdirkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎