Kukira tatapmu menyimpan tujuan,
Ternyata hanya singgah dalam perjalanan.
Aku telanjur menaruh pengharapan,
Pada isyarat tanpa kepastian.
Kau datang serupa cahaya temaram,
Cukup dekat, tetapi tetap tenggelam.
Kukejar bayang hingga malam kelam,
Baru kusadar semuanya begitu samar.
Barangkali aku salah membaca,
Mengira diam sebagai pertanda.
Sedang bagimu semua biasa saja,
Dan aku sibuk merangkai makna.
Kini, harap perlahan kulepaskan,
Meski hati belum selesai merelakan.
Sebab, yang samar tak perlu dipaksakan,
Ada yang indah meski tak ditakdirkan.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar
![[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar](https://image.idntimes.com/post/20260507/pexels-cottonbro-6754012_df184642-021d-4fbf-a1aa-d3ccf6841608.jpg)
ilustrasi perempuan merenung (pexels.com/cottonbro studio)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Sedari Awal Monolog12 Oct 2026, 05:04 WIB
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- [PUISI] Perang yang Tak Terlihat10 Oct 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Sejauh Apa Kenangan Bisa Pulang?08 Oct 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Barangkali Menyerah Juga Bentuk Keberanian16 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Terlalu Banyak16 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tentang Hari Esok yang Belum Tiba15 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Mimpi dengan Alur yang Padat15 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Aku Hanyalah Rapuh yang Terpendam15 Oct 2026, 09:07 WIB
[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap15 Oct 2026, 07:25 WIB
[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar15 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti14 Oct 2026, 22:22 WIB
[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara14 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Jika Awan Sudi14 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Setelah Lelah, Apa yang Tersisa?14 Oct 2026, 17:57 WIB
[PUISI] Rumah Bernama Ibu 14 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah14 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi13 Oct 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Debu Diatas Kelopak13 Oct 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana13 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Suara dari Sudut Kota yang Lupa 13 Oct 2026, 09:25 WIB
[PUISI] Jadilah Lampu Jalan13 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tarian Indah dalam Bayangan Diri12 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara12 Oct 2026, 16:47 WIB