Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
[PUISI] Titik dan Koma
ilustrasi tanda koma (freepik.com/rawpixel.com)

Tatkala hari menjelma malam
Mentari pun kembali ke peraduan
Di saat itu pula ada kita
Yang berdiri menjadi saksi
Atas komet yang jatuh ke Bumi

Kita takjub oleh koma yang adiwarna
Tak sadar wajahmu bertitik air mata
Ribuan bintang lantas menjadi saksi
Atas kita yang ikrarkan janji
'Tuk hidup bersama hingga akhir nanti

Namun, hari berganti hari
Tanpa setitik kalimat yang terucap
Wajahmu berpaling, bergeming
Keheninganmu tak berkutik sama sekali
Atas diriku yang hampir koma
Menanti jawaban yang raib adanya

Nampaknya janji hanya sebatas kata
Hingga kita pun mencapai sebuah titik
Di mana candaan terasa semakin hampa
Layaknya koma, kau mengapitku dalam gundah

Paling tidak, buatlah aku mengerti
Dengan sebuah titik
Bahwa tidak ada lagi kelanjutan antara kita

Jangan diam, berterus terang saja
Dengan sebuah koma
Bahwa kau butuh waktu 'tuk ungkapkan kata

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Editor’s Picks

Editorial Team