Tatkala hari menjelma malam
Mentari pun kembali ke peraduan
Di saat itu pula ada kita
Yang berdiri menjadi saksi
Atas komet yang jatuh ke Bumi
Kita takjub oleh koma yang adiwarna
Tak sadar wajahmu bertitik air mata
Ribuan bintang lantas menjadi saksi
Atas kita yang ikrarkan janji
'Tuk hidup bersama hingga akhir nanti
Namun, hari berganti hari
Tanpa setitik kalimat yang terucap
Wajahmu berpaling, bergeming
Keheninganmu tak berkutik sama sekali
Atas diriku yang hampir koma
Menanti jawaban yang raib adanya
Nampaknya janji hanya sebatas kata
Hingga kita pun mencapai sebuah titik
Di mana candaan terasa semakin hampa
Layaknya koma, kau mengapitku dalam gundah
Paling tidak, buatlah aku mengerti
Dengan sebuah titik
Bahwa tidak ada lagi kelanjutan antara kita
Jangan diam, berterus terang saja
Dengan sebuah koma
Bahwa kau butuh waktu 'tuk ungkapkan kata
![[PUISI] Titik dan Koma](https://image.idntimes.com/post/20211225/fromandroid-cdc8e2909a5af91d1fa9315e37fa34d8.jpg)