Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tumbang di Ambang Temu

[PUISI] Tumbang di Ambang Temu
Ilustrasi jalan berkabut yang sunyi (unplash.com/Tomas Hudolin)

Telah mengakar dengan kuat,
pada hati yang mulai tertambat.
Tertindih atas rasa yang sudah lama merunduk,
menanti waktu untuk benar-benar terkubur.

​Namun,
lama-lama ia tertimbun lalu mengembun,
laksana air yang mudah menyurut riuh.

Hingga diseret paksa oleh rangkaian damba,
yang menuntut kembali untuk memupuk.
​Lalu pada akhirnya,
menuai rasa yang mulai menguap.

Kini semuanya kian sirna,
seolah digerus paksa untuk tumbang di ambang temu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Tumbang di Ambang Temu

27 Apr 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction