Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku
ilustrasi anak bayi (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Sampai detik ini aku tidak pernah membayangkan rasanya jika harus jauh dari anakku
Manusia yang aku lahirkan dengan taruhan nyawa
Menempatkanku pada kemungkinan antara hidup dan mati
Tanpa sedikitpun aku merasa perjuanganku harus dihargai

Sampai detik ini aku tidak pernah membayangkan rasanya jika harus kehilangan anakku
Tubuh kecil yang setiap harinya kudekap erat dalam pelukan
Membuat hatiku selalu hangat dan penuh
Merawat luka-luka masa kecilku yang belum sembuh

Sampai detik ini aku tidak pernah membayangkan rasanya jika ternyata anakku tidak pernah lahir ke dunia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More

[PUISI] Aku Tumbuh dari Luka yang Diberi Ayah

20 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction