Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ruang yang Kini Menjadi Sunyi

[PUISI] Ruang yang Kini Menjadi Sunyi
ilustrasi duduk sendiri (pexels.com/sheep)

Ada yang lebih riuh dari suara kota di jam sibuk,
yakni sunyi yang tertinggal di antara rak-rak buku dan sudut tembok.
Mengenangmu adalah perihal memunguti serpihan yang tak lagi utuh,
saat sadar bahwa kursi di seberang meja kini tak lagi berpenuh.

Kehilangan bukan hanya tentang raga yang tak lagi bersua,
tapi tentang membiasakan diri tanpa "kita" dalam setiap rencana.
Menghapus pesan-pesan lama yang kini hanya menjadi sejarah,
sambil meyakinkan hati bahwa melepaskan adalah cara untuk tidak menyerah.

Kini, biarkan kenangan itu menetap sebagai ruang yang tenang,
bukan lagi beban yang menghalangi langkah untuk kembali pulang.
Sebab meski separuh duniaku terbawa pergi bersamamu,
hidup harus tetap menemukan warnanya di luar bayang-bayang masa lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Kini Menjadi Sunyi

10 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction