Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Kepada Sepi, Aku Bercerita

[PUISI] Kepada Sepi, Aku Bercerita
ilustrasi kursi kosong (pexels.com/Marcelo Jaboo )

Ada beberapa hal yang tak dimengerti orang lain,

meski sekeras apa pun penjelasan disampaikan.

Yang datang justru hanya sia-sia,

bukan pengertian yang diam-diam diharapkan.

Di ujung lorong,

aku bertemu sepi.

Ia tidak berisik,

tidak pula menghakimi,

hanya mendengarkan dengan tenang.

Aku mencoba tinggal di antaranya,

menyamankan diri di ruang sunyi,

bahkan berteman dengan redup cahaya,

setelah keramaian tak lagi peduli padaku.

Disanalah aku bebas,

bercerita sesuka hati,

menangis sekencang yang aku mau,

tanpa takut dimarahi atau dianggap berlebihan.

Sepi memang tak berwujud,

tetapi hadirnya begitu nyata.

Rangkulannya begitu terasa,

kesunyiannya begitu menenangkan.

Karena itu lah,

aku memilih sepi.

Bukan tidak ada lagi orang yang bisa kupercaya,

tetapi karena di sanalah ceritaku tak diremehkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Sepi, Aku Bercerita

10 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction