Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Wangi yang Tertinggal

[PUISI] Wangi yang Tertinggal
ilustrasi merasa sendirian di tengah keramaian (freepik.com/teksomolika)

Di tengah riuhnya langkah yang lalu-lalang
Langkahku terhenti, diam mematung seorang
Tiba-tiba aroma itu kembali menyapa
Wangi familiar yang masih tinggal di dada

Aku terpaku mencari dari mana ia berasal
Menyisir keramaian dengan harap yang samar
Hatiku berbisik lirih, mungkinkah itu dirimu
Hadir membawa rindu yang belum sempat berlalu

Namun logika segera menegur nurani
Mengingatkan bahwa kau tak mungkin di sini
Engkau telah pergi ke tempat yang terlampau jauh
Sementara aku masih rapuh oleh riuh

Mungkin rindu ini hanya pandai menipu mata
Menciptakan bayangmu seperti fatamorgana
Atau aku yang terlalu tenggelam dalam angan
Hingga tak lagi mampu membedakan rindu dan kenyataan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Senyum Kecil

14 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Persimpangan Hari

[PUISI] Persimpangan Hari

13 Mei 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Aku Cemburu

[PUISI] Aku Cemburu

13 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISi] Aksara Abadi

[PUISi] Aksara Abadi

12 Mei 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Alur Hidup

[PUISI] Alur Hidup

12 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pagi yang Menunggu

[PUISI] Pagi yang Menunggu

11 Mei 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Sesal

[PUISI] Sesal

11 Mei 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Menyembuhkan Diri

[PUISI] Menyembuhkan Diri

10 Mei 2026, 15:25 WIBFiction