Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

A Peculiar Relationship

pexels.com
pexels.com

Bahkan setelah melalui hari yang sangat sibuk dan melelahkan, segera setelah aku merebahkan diri di kasur dan memutar sebuah lagu, aku pasti langsung merasa diingatkan oleh sebuah kesendirian yang terasa. Tak peduli seberapa kerasnya aku mengalihkan perhatianku, sebagian dari diriku terjebak di sebuah sudut sepi. Sepanjang hari aku akan tertawa dengan yang lain, berjalan-jalan hanya untuk membuat diriku lelah dan melihat banyak orang. End of the day, I see myself and I realize that somewhere, I cannot console that lonely part of me.

Mungkin, itu adalah sisi yang menulis setiap kata penuh kesedihan dan jati diri seorang ‘perempuan-yang-tak-seberapa-bahagia-tapi-tetap-berusaha-untuk-mampu’ datang terbentuk.

This other side of me meets me at the stroke of midnight. There’s a peculiar relationship between the darkness the nights carry and this dark shadow of me. The sun sets, the moon rises and spills its milky pale glow upon this depressed universe.

Aku merasa, bahwa, bulan melanjutkan malam untuk membuat rasa nyeri ini tetap terasa romantis yang tersembunyi di gelapnya lorong; dan aku hanyalah seorang perempuan yang jatuh cinta dengan kesengsaraan, mengais-ais luka hanya untuk ditulis dan diromantisi. Mungkin ada banyak waktu di mana aku terbangun tengah malam, duduk bersila dan melihat ke luar jendela sembari menyeruput secangkir teh panas.

Pasti ada seseorang yang seperti aku di luar sana, yang mabuk akan kata-kata hingga ia terlelap, bersedia menjadi pendosa karena ia tahu tak ada seorang pun yang bisa memanfaatkan sebuah kegelapan. Seseorang, di suatu tempat, pasti sedang berharap untuk mengundang seseorang untuk duduk di sebelahnya dan berbagi keheningan. Kita semua membicarakan banyak hal, namun hanya beberapa orang yang mampu untuk berbagi keheningan. Aku tak tahu kepada siapa aku harus mengulurkan tangan di tengah malam seperti ini untuk diajak berbagi.

Rasanya tak ada yang mengenalku sebaik itu, sehingga aku percaya bahwa hanya pada layar dan lembaran kertas teriakanku harus tertuju. Aku berteriak karena tak banyak orang yang terang-terangan menyatakan bahwa mereka mencintai seseorang dan benar-benar serius padanya. The ones who love honestly don’t say it. The ones who do aren’t loved back. Kita tak diizinkan untuk mengekspresikan kebahagiaan, kesengsaraan, kemarahan, dan bahkan rasa cinta. “Tenang dulu dong, jangan buru-buru seneng!”, ini adalah hal yang selalu kudengar sepanjang waktu.

Tapi apa kamu tahu? Aku tak mendengarkan mereka lagi dan aku akan tertawa keras hingga perutku sakit. Aku bertepuk tangan dan tersenyum tanpa batas ketika sesuatu yang membahagiakan terjadi. I cry in movies, and when I watch a bad news over televisions; I act protective and responsible and I express it all. When I read a novel, I smile and sometimes my eyes well up with tears of joy too. Why shouldn’t I let myself feel? Why shouldn’t I express what I feel? I’m a human and I’m ought to feel.

Tapi sedihnya, tak banyak dari kita yang merasakan hal yang sama dan mungkin itulah kenapa aku duduk di sini sendiri, menulis pada diri sendiri soal realita yang hampir mendekati sebuah keputus asaan, sharing the intensity of the fierce fires under the prolonged silence upon the surface of this midnight struck the hour.

Share
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pertentangan Liat

02 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berdiri di atas panggung

[PUISI] Ingin Dipuja

02 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi menutup muka dengan buku

[PUISI] Sampul Buku

01 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi nerdiri di atas panggung

[PUISI] Ingin Dipuja

31 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi melangkah bebas

[PUISI] Mimpi Tanpa Batas

31 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi laki-laki disabilitas di pinggir pantai

[PUISI] Berlari Tanpa Kaki

30 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
ilustrasi pertarungan

[PUISI] Menyendiri

30 Jan 2026, 21:07 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang duduk di kursi

[PUISI] Singgasana Sunyi

30 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang melihat keluar dari jendela

[PUISI] Melebur Sekat

30 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi kabut di hutan

[PUISI] Rumit Ke Pamit

29 Jan 2026, 20:27 WIBFiction
ilustrasi seorang perempuan berlarian di pinggir pantai

[PUISI] Terus Berlari

29 Jan 2026, 18:07 WIBFiction