Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Kue Bolu Kering Khas Nusantara untuk Ide Sajian Lebaran

3 Kue Bolu Kering Khas Nusantara untuk Ide Sajian Lebaran
ilustrasi bolu bhoi khas Aceh (vecteezy.com/khoidir76)

Bolu kerap menjadi kue andalan yang sering dihidangkan saat hajatan dan momen istimewa masyarakat Indonesia. Teksturnya lembut, mudah dibuat, rasanya manis, serta variannya beragam. Hal tersebut menjadi beberapa alasan kenapa kue bolu digemari.

Gak perlu menunggu hajatan. Kamu pun bisa menyajikan bolu sebagai hidangan untuk keluarga saat Idul Fitri. Agar berbeda dari biasanya, coba deh ganti dengan bolu kering khas Nusantara. Teksturnya renyah dan umumnya memiliki umur simpan lebih lama dari bolu basah.

Bolu kering di bawah ini bukan sekadar kue bolu yang dipanggang hingga kering, ringan, dan renyah. Beberapa daerah di Indonesia memiliki bolu kering jadul yang masih eksis sampai saat ini. Bikin nostalgia!

1. Bolu klemben, Banyuwangi

ilustrasi bolu klemben (vecteezy.com/lamai_p835465)
ilustrasi bolu klemben (vecteezy.com/lamai_p835465)

Siapa nih yang pernah mencicipi bolu klemben? Bolu kering khas Banyuwangi ini masih mudah dijumpai di pasaran. Kerap kali disajikan saat menyambut tamu, sebagai pendamping teh maupun kopi.

Bolu klemben bernama lain bolu kuwuk punya ciri khas dengan bentuknya yang menyerupai belimbing. Kue ini masih dibuat secara tradisional di daerah asalnya. Para produsen menggunakan oven tungku dari tanah liat.

Bahan utama untuk membuat kue klemben sama seperti bolu pada umumnya, yaitu tepung terigu, gula pasir, dan telur. Sedikit berbeda, untuk memberikan cita rasa unik biasanya ditambahkan vanili, keningar, dan jahe. Sedangkan teksturnya crunchy di luar, tapi lembut di dalam.

Bolu klemben ini sama dengan kue bahulu khas Melayu yang banyak dijumpai di Sumatera dan bolu kijing khas Ciamis. Bahan untuk membuat adonan dan cara membuatnya pun serupa. Namun, kerap kali berbeda pada bentuknya yang mirip cermai, makanya disebut pula bolu cermai.

2. Bolu bhoi, Aceh

ilustrasi bolu bhoi khas Aceh (vecteezy.com/khoidir76)
ilustrasi bolu bhoi khas Aceh (vecteezy.com/khoidir76)

Bolu bhoi khas Aceh mirip dengan klemben dan bahulu. Bolu kering ini menggunakan bahan utama serupa untuk membuat adonannya. Sedikit berbeda dengan penambahan baking soda dan tanpa rasa jahe.

Bentuk bolu bhoi memang bervariasi, tapi yang paling ikonik yakni berbentuk ikan. Bhoi ikan akan mengingatkanmu pada taiyaki khas Jepang. Walaupun keduanya sangat berbeda dari segi adonan dan isiannya.

Kue bhoi pun memiliki peran penting dalam budaya masyarakat Aceh. Kerap kali menjadi buah tangan saat berkunjung ke sanak saudara dan sajian hajatan. Bolu kering ini pun sering hadir saat perayaan Meugang sebelum Ramadan.

3. Bolu emprit, Yogyakarta

ilustrasi bolu emprit (dok. Pribadi/Fatma Roisatin)
ilustrasi bolu emprit (dok. Pribadi/Fatma Roisatin)

Beda dari kedua jenis bolu sebelumnya, Yogyakarta punya bolu emprit. Kalau di Kota Banjar dan sekitarnya lebih dikenal sebagai kue catreka. Kue ini lebih keras daripada bolu kering umumnya, tapi tengahnya berongga dan menjadi lembut perlahan di mulut.

Bolu emprit memiliki ciri khas berbentuk setengah lingkaran. Bahan yang digunakan pun berbeda, bukan menggunakan tepung terigu melainkan tepung tapioka. Lebih bertekstur, karena menambahkan kelapa parut untuk membuat adonan. Rasanya manis dengan sedikit rasa jahe.

Adonan bolu ini dibuat kalis sebelum dicetak dan dipanggang. Bagian tengahnya yang berongga menandakan adanya tambahan pengembang. Iya, bolu emprit dibuat dengan tambahan baking powder

Keberadaan bolu emprit dalam budaya Yogyakarta pun berbeda dari bolu kering lainnya. Kue jadul ini lebih sering dijadikan sebagai camilan atau buah tangan dibanding untuk hajatan. Rasanya yang manis cocok sebagai pendamping minum teh maupun kopi.

Ketiga jenis bolu kering khas Nusantara tersebut memiliki ciri khas masing-masing. Kamu bisa menjadikannya sebagai sajian Lebaran. Mana yang pernah kamu coba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fatma Roisatin Nadhiroh
EditorFatma Roisatin Nadhiroh
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Otak-otak Ayam Bakar Bumbu Bali, Pedas Gurihnya Bikin Nagih!

07 Apr 2026, 21:15 WIBFood