Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Manfaat Acar Timun untuk Diet yang Jarang Diketahui Banyak Orang
ilustrasi acar timun (magnific.com/azerbaijan_stockers)
  • Acar timun rendah kalori dan tinggi air, sehingga dapat menjadi alternatif camilan renyah saat mengontrol asupan kalori, meski kandungan protein serta seratnya tidak besar.
  • Acar yang difermentasi dan mengandung kultur hidup berpotensi memengaruhi mikrobioma usus, tetapi bukti bahwa konsumsi acar timun langsung menurunkan berat badan masih terbatas.
  • Acar dill tanpa gula rendah karbohidrat, namun natriumnya bisa tinggi; konsumsi secukupnya, cek label, dan padukan dengan sumber protein serta serat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau sedang berusaha menurunkan berat badan, kamu mungkin lebih sering memikirkan salad, buah, atau makanan tinggi protein. Padahal, acar timun juga bisa menjadi salah satu pilihan camilan yang menarik karena rasanya kuat dan kalorinya relatif rendah.

Meski begitu, acar timun tetap bukan makanan ajaib yang bisa langsung membuat berat badan turun. Ada beberapa alasan kenapa makanan ini bisa mendukung pola makan untuk mengontrol berat badan. Berikut tiga manfaat acar timun untuk diet yang menarik untuk kamu ketahui.

1. Membantu mengontrol asupan kalori

ilustrasi menghitung kalori (freepik.com/rawpixel.com)

Acar timun umumnya memiliki kandungan air yang tinggi sehingga kepadatan energinya rendah. Artinya, kamu bisa mendapatkan makanan dengan ukuran yang cukup terasa mengenyangkan tanpa memasukkan banyak kalori ke tubuh. Berdasarkan data U.S. Department of Agriculture (USDA) FoodData Central, satu potong acar timun jenis dill dapat mengandung sekitar 6–20 kalori, tergantung jenis dan ukurannya.

Kondisi ini bisa berguna ketika kamu sedang mengatur jumlah kalori harian. Misalnya, saat ingin ngemil sesuatu yang renyah dan punya rasa kuat, beberapa potong acar timun dapat menjadi alternatif dibandingkan keripik atau camilan lain yang kalorinya lebih tinggi. Meski begitu, porsinya tetap perlu diperhatikan, ya, karena acar timun biasanya tidak memberikan protein atau serat dalam jumlah besar.

2. Berpotensi mendukung kesehatan usus

ilustrasi sistem pencernaan (magnific.com/stockking)

Gak semua acar timun dibuat dengan cara yang sama. Sebagian produk dibuat melalui proses fermentasi, yaitu proses yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri atau ragi untuk menghasilkan perubahan pada makanan. Menurut penelitian dalam jurnal Microorganisms, proses fermentasi melibatkan aktivitas mikroorganisme yang dapat menghasilkan berbagai produk metabolisme selama proses pengolahan makanan.

Acar timun yang difermentasi dan masih mengandung kultur hidup berpotensi memberikan manfaat berbeda dibandingkan acar yang hanya dibuat menggunakan cuka. Penelitian dalam The Journal of Nutrition menemukan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat memengaruhi mikrobioma usus manusia. Sejumlah penelitian dalam Preventive Nutrition and Food Science serta Journal of Clinical Laboratory Analysis juga membahas hubungan antara mikrobioma usus, obesitas, dan pengaturan berat badan, meski bukti langsung bahwa makan acar timun bisa menyebabkan penurunan berat badan masih terbatas.

3. Rendah karbohidrat dan cocok untuk pilihan camilan tertentu

ilustrasi acar mentimun (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Acar timun jenis dill tradisional tanpa tambahan gula biasanya memiliki kandungan karbohidrat yang sangat rendah. Satu potong dapat mengandung kurang dari 1 gram karbohidrat dan hampir tidak memiliki lemak maupun protein. Kondisi tersebut membuat acar timun bisa menjadi pilihan camilan bagi kamu yang sedang menerapkan pola makan dengan pembatasan karbohidrat.

Namun, rendah karbohidrat gak otomatis berarti lebih efektif untuk menurunkan berat badan, ya. Menurut penelitian dalam jurnal Clinical Nutrition, pola makan rendah karbohidrat dan diet ketogenik dapat memberikan perubahan pada komposisi tubuh pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Jadi, acar timun lebih tepat diposisikan sebagai bagian kecil dari pola makan yang teratur, bukan sebagai makanan utama untuk menurunkan berat badan.

Jangan berlebihan makan acar timun

ilustrasi garam (vecteezy.com/NARONG KHUEANKAEW)

Meski punya beberapa kelebihan, kamu tetap perlu memperhatikan jumlah acar timun yang dikonsumsi. Salah satu alasannya adalah kandungan natriumnya yang bisa cukup tinggi, terutama pada acar dill tradisional. Berdasarkan data USDA FoodData Central, satu potong acar dill dapat mengandung sekitar 330 miligram natrium, sedangkan jenis acar manis dalam ukuran serupa mengandung sekitar 160 miligram.

Asupan natrium yang tinggi juga perlu diperhatikan karena dapat berkaitan dengan retensi cairan. Penelitian dalam jurnal Diabetes, Obesity and Metabolism membahas hubungan garam dalam makanan dengan metabolisme dan keseimbangan energi, sementara penelitian dalam The American Journal of Gastroenterology menemukan bahwa asupan natrium yang lebih tinggi dapat berkaitan dengan keluhan kembung pada kondisi tertentu. Jadi, kalau kamu memilih acar sebagai camilan, perhatikan label nutrisi dan pertimbangkan varian rendah natrium.

Cara memasukkan acar ke pola makan

ilustrasi pickle (pexels.com/Ron Lach)

Supaya manfaatnya lebih masuk akal untuk mendukung diet, kamu bisa menjadikan acar timun sebagai pelengkap, bukan satu-satunya makanan. Misalnya, beberapa potong acar bisa dipadukan dengan telur, keju, daging tanpa lemak, sayuran, atau makanan lain yang mengandung protein dan serat. Kombinasi tersebut membuat camilan atau makananmu lebih seimbang dibandingkan hanya mengandalkan acar timun.

Kamu juga bisa memilih acar yang difermentasi dan mencantumkan kultur hidup pada label jika ingin mendapatkan potensi manfaat dari makanan fermentasi. Perhatikan pula kandungan natriumnya karena setiap produk bisa memiliki komposisi berbeda. Dengan begitu, acar timun tetap bisa dinikmati untuk menambah rasa dan tekstur makanan tanpa mengganggu pola makan secara keseluruhan.

Pada akhirnya, manfaat acar timun untuk diet lebih banyak berasal dari karakteristiknya sebagai makanan rendah kalori dan, pada jenis tertentu, makanan fermentasi. Efeknya terhadap penurunan berat badan tetap bersifat tidak langsung dan gak bisa menggantikan pola makan seimbang.

Kalau kamu ingin memasukkannya ke menu harian, pilih porsi secukupnya dan perhatikan kandungan natrium pada label. Dengan cara tersebut, acar timun bisa menjadi tambahan kecil yang menarik dalam perjalanan menjaga berat badan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article