Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Konjac dan Porang Sama ? Ini Perbedaan Keduanya

3 min read
Apakah Konjac dan Porang Sama ? Ini Perbedaan Keduanya
ilustrasi beras porang (freepik.com/jcomp)
  • Konjac adalah Amorphophallus konjac, sedangkan porang merupakan Amorphophallus muelleri; keduanya spesies berbeda, tetapi masih satu genus Amorphophallus dan keluarga Araceae.
  • Ciri fisiknya berbeda: porang berumbi cokelat luar-kuning dalam, batang berbintik hijau pucat, serta menghasilkan bulbil; konjac memiliki karakter batang dan daun berbeda.
  • Keduanya sumber glukomanan untuk pangan dan industri. Porang dimanfaatkan dalam berbagai produk, tetapi umbinya harus diolah tepat karena mengandung kalsium oksalat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Konjac dan porang sering dianggap sebagai tanaman yang sama karena keduanya sama-sama dikenal sebagai sumber glukomanan. Padahal, kalau dilihat dari jenis tanamannya, konjac dan porang tidak sepenuhnya identik. Keduanya memang punya hubungan yang cukup dekat karena masih berada dalam satu keluarga dan genus tumbuhan.

Lalu, konjac dan porang apakah sama? Jawabannya adalah tidak, tetapi keduanya masih satu kerabat dekat. Konjac umumnya merujuk pada Amorphophallus konjac, sedangkan porang merupakan Amorphophallus muelleri, sehingga ada beberapa perbedaan yang perlu kamu ketahui seperti penjelasan berikut ini.

  1. 1. Berasal dari jenis tanaman yang berbeda

    Perbedaan paling mendasar ada pada nama ilmiahnya. Konjac dikenal sebagai Amorphophallus konjac, sementara porang memiliki nama ilmiah Amorphophallus muelleri. Jadi, keduanya merupakan dua spesies yang berbeda meskipun masih berada dalam genus Amorphophallus.

    Keduanya juga termasuk keluarga Araceae. Karena masih satu keluarga dan genus, bentuk tanaman serta karakteristik umbinya bisa terlihat mirip. Hal inilah yang membuat banyak orang mengira konjac dan porang adalah tanaman yang sama.

    Dalam beberapa literatur, A. konjac juga dikenal dengan nama konnyaku, terutama dalam konteks Jepang. Sementara itu, A. muelleri lebih dikenal di Indonesia sebagai porang atau iles-iles.

  2. 2. Ciri fisik konjac dan porang tidak sepenuhnya sama

    pohon porang
    pohon porang (commons.wikimedia.org/Dmoersid)

    Kalau diperhatikan lebih detail, konjac dan porang punya sejumlah perbedaan fisik. Misalnya, A. konjac dapat mempunyai umbi berukuran besar dengan kulit berwarna cokelat, sedangkan A. muelleri memiliki umbi berwarna cokelat di bagian luar dan kuning di bagian dalam.

    Bagian batang semu dan daun juga memiliki karakteristik berbeda. Porang memiliki batang berwarna hijau hingga hijau kecokelatan dengan banyak bercak hijau pucat serta dapat menghasilkan bulbil atau tunas kecil pada bagian percabangan daunnya. Sementara itu, konjac memiliki karakter batang dan bentuk daun yang berbeda.

    Perbedaan tersebut mungkin gak terlalu terlihat kalau kamu hanya melihat tepung atau produk olahannya. Namun, saat melihat tanaman secara langsung, ciri morfologinya bisa membantu membedakan keduanya.

  3. 3. Sama-sama menghasilkan glukomanan

    Meski berbeda spesies, konjac dan porang punya persamaan penting, yaitu sama-sama dapat menjadi sumber glukomanan. Glukomanan merupakan jenis serat yang banyak dimanfaatkan dalam industri pangan, termasuk sebagai bahan untuk produk seperti mi, jeli, dan konyaku.

    Porang sendiri dikenal sebagai salah satu sumber glukomanan yang potensial. Penelitian juga menunjukkan bahwa glukomanan yang diekstrak dari porang memiliki karakteristik yang dapat dibandingkan dengan glukomanan konjac komersial.

    Jadi, kalau kamu menemukan istilah konjac glucomannan, bukan berarti bahan tersebut otomatis berasal dari tanaman porang. Istilah tersebut berkaitan dengan glukomanan yang secara umum sangat erat dengan Amorphophallus, termasuk konjac dan porang.

  4. 4. Penggunaannya bisa mirip, tetapi bukan berarti bahannya sama

    ilustrasi tepung porang
    ilustrasi tepung porang (pixabay.com/Bru-No)

    Konjac dan porang sama-sama punya potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan industri. Tepung atau glukomanan dari tanaman tersebut dapat digunakan dalam berbagai produk karena kemampuannya membentuk tekstur dan menahan air.

    Porang di Indonesia bahkan telah dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi karena kandungan glukomanannya. Tepung porang dapat dimanfaatkan untuk berbagai produk pangan, seperti roti, biskuit, makaroni, dan mi, serta digunakan dalam industri farmasi, minuman, dan kosmetik.

    Meski begitu, umbi porang tidak bisa asal dikonsumsi langsung. Umbinya mengandung kalsium oksalat sehingga perlu melalui proses pengolahan yang tepat sebelum digunakan sebagai bahan pangan.

    Jadi, konjac dan porang tidak sama persis. Konjac merupakan Amorphophallus konjac, sedangkan porang adalah Amorphophallus muelleri, tetapi keduanya masih satu keluarga Araceae dan satu genus Amorphophallus. Persamaan kandungan glukomanan membuat keduanya sering dianggap sama, padahal secara botani merupakan spesies yang berbeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More