Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Beda Cara Makan di Buffet Hotel dan Restoran All You Can Eat
Potret makanan di restoran buffet (unsplash.com/Christian Dala)

Sekilas, buffet hotel dan restoran All You Can Eat (AYCE) terlihat sama, karena sama-sama menawarkan konsep ambil sendiri sepuasnya. Namun, jika diperhatikan lebih detail, cara makannya cukup berbeda. Mulai dari urutan mengambil makanan, etika makan di meja, hingga aturan terkait porsi dan sisa makanan, semuanya perlu disesuaikan dengan tempatnya.

Nah, agar tidak salah bersikap saat bersantap, berikut perbedaan cara makan di buffet hotel dan restoran all you can eat yang perlu kamu pahami.

1. Cara mengambil makanan

Di buffet hotel, sistemnya murni prasmanan dengan hidangan yang sudah matang dan tersaji di meja panjang atau beberapa station. Cara makannya biasanya dimulai dengan mengambil piring, lalu mengantre secara tertib mengikuti alur meja hidangan.

Tamu mengambil makanan menggunakan sendok saji yang sudah disediakan di setiap menu, kemudian kembali ke meja untuk menikmatinya. Jika ingin menambah menu lain, tamu bisa kembali lagi ke area buffet dengan piring baru.

Sebaliknya, di restoran all you can eat, terutama yang berkonsep grill atau shabu-shabu, cara mengambil makanannya bisa berbeda. Ada yang tetap menyediakan area prasmanan, tetapi banyak juga yang menggunakan sistem pesan melalui kertas atau tablet di meja.

Nantinya, bahan makanan yang dipesan akan diantar pelayan dalam kondisi mentah. Setelah itu, pengunjung memasaknya sendiri di meja sebelum dikonsumsi. Jadi, alurnya bukan sekadar ambil dan makan, melainkan ambil atau pesan, masak, lalu makan.

2. Sisa makanan

Potret mengambil buffet (unsplash.com/City Church Christchurch)

Di buffet hotel, tamu tetap dianjurkan mengambil makanan secukupnya. Namun, umumnya tidak ada denda khusus jika terdapat sisa di piring. Meski demikian, menyisakan makanan dalam jumlah banyak tetap dianggap kurang etis dan tidak mencerminkan sikap bijak dalam menghargai hidangan.

Berbeda dengan restoran all you can eat, beberapa tempat menerapkan aturan denda apabila pengunjung menyisakan makanan dalam jumlah tertentu. Oleh karena itu, cara paling aman adalah mengambil atau memesan dalam porsi kecil terlebih dahulu.

Jika masih ingin menambah, kamu bisa memesan kembali setelah makanan sebelumnya habis. Aturan ini dibuat untuk meminimalkan pemborosan bahan makanan.

3. Durasi makan

Cara makan di buffet hotel cenderung santai. Tidak ada batas waktu ketat, sehingga tamu bisa menikmati makanan dengan tempo lebih lambat. Kamu bisa duduk, berbincang, lalu kembali mengambil makanan tanpa tekanan.

Berbeda dengan restoran all you can eat yang umumnya memiliki batas waktu, misalnya 60–120 menit. Cara makannya harus lebih terencana. Biasanya pengunjung fokus memasak dan makan secara bergantian, agar waktu tidak terbuang sia-sia.

4. Interaksi di meja makan

Potret makan di restoran AYCE (unsplash.com/Daniel)

Di buffet hotel, setelah mengambil makanan, aktivitas di meja relatif sederhana. Hanya makan, berbincang, lalu kembali mengambil hidangan jika ingin menambah. Tidak ada proses memasak di meja.

Sedangkan, di restoran all you can eat, proses memasak menjadi bagian utama dari pengalaman makan. Cara makannya melibatkan aktivitas memanggang atau merebus bahan, membalik daging, hingga mengatur tingkat kematangan. Jadi, kalau mau makan santai, kamu bisa coba buffet di hotel. Kalau mau ekstra effort, restoran all you can eat jawabannya.

Pada dasarnya, perbedaan utama dari buffet hotel dan restoran AYCE terletak pada durasi, proses, dan aturan yang berlaku saat makan. Buffet hotel lebih santai dan fleksibel, sedangkan restoran all you can eat cenderung memiliki regulasi lebih tegas terkait waktu dan sisa makanan. Kalau kamu lebih suka yang mana?

Editorial Team