Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Menjernihkan Minyak Bekas biar Gak Cepat Hitam, Gampang Banget!

5 Tips Menjernihkan Minyak Bekas biar Gak Cepat Hitam, Gampang Banget!
ilustrasi minyak goreng bekas (freepik.com/freepik)
Intinya Sih
  • Minyak goreng cepat menghitam karena oksidasi, polimerisasi, dan reaksi Maillard yang merusak struktur kimia serta menurunkan kualitas gizi minyak.
  • Partikel karbon sisa gorengan dan kandungan air dari bahan basah mempercepat perubahan warna serta menimbulkan bau tengik pada minyak bekas.
  • Ada berbagai cara menjernihkan minyak seperti penyaringan dengan kain, penggunaan tepung kanji, ampas kelapa, jahe, atau putih telur untuk mengikat kotoran dan radikal bebas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu menggoreng pisang atau tempe lalu mendapati minyak berubah hitam dalam sekejap? Fenomena minyak bekas cepat menghitam ini sering membuat ibu rumah tangga frustrasi dan boros belanja. Sebenarnya, warna hitam pada minyak goreng bekas bukan sekadar masalah estetika, lho.

Minyak yang sudah menghitam menandakan terjadinya reaksi kimia yang merusak kualitas dan kandungan gizinya. Jika dibiarkan, minyak hitam ini bisa menghasilkan senyawa karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan keluarga. Nah, daripada terus-terusan ganti minyak baru, lebih baik kita pelajari cara menjernihkan minyak bekas dengan mudah dan hemat.

1. Suhu panas memecah struktur kimia minyak menjadi radikal bebas

Proses menggoreng makanan dengan teknik deep frying menggunakan minyak panas dalam wadah logam dengan keranjang goreng.
ilustrasi deep frying (freepik.com/jcomp)

Minyak goreng yang dipanaskan berulang kali pada suhu tinggi menyadur Intech Open, akan mengalami oksidasi dan polimerisasi. Proses ini memutus rantai molekul asam lemak sehingga membentuk radikal bebas berwarna gelap.

Semakin sering minyak dipanaskan melewati titik asap, semakin cepat pula proses pencoklatan tersebut terjadi.
Akumulasi radikal bebas inilah yang menyebabkan minyak tampak keruh dan kehitaman setelah beberapa kali pemakaian.

Kamu bisa mengurangi risiko ini dengan tidak memanaskan minyak hingga berasap sebelum menggoreng. Gunakan termometer dapur untuk menjaga suhu tetap di bawah 180 derajat Celcius.

2. Partikel karbon sisa gorengan mengotori permukaan minyak

Seseorang menuang minyak dari botol plastik ke wajan di atas kompor portabel saat memasak di area luar ruangan dengan latar pepohonan.
ilustrasi menuang minyak bekas (freepik.com/jcomp)

Setiap kali kamu menggoreng, tepung atau adonan yang jatuh akan hangus menjadi partikel karbon halus. Partikel hitam ini tersuspensi dalam minyak dan membuat warnanya berubah seperti tinta encer. Semakin kecil ukuran partikel, semakin sulit disaring dengan saringan biasa.

Cara menjernihkannya adalah dengan menyaring minyak selagi hangat menggunakan kain katun tipis atau kertas saring kopi. Tambahkan satu sendok makan tepung kanji yang dilarutkan sedikit air ke dalam minyak hangat, lalu aduk perlahan. Tepung kanji akan mengikat partikel karbon sehingga mengendap di dasar wadah.

3. Reaksi maillard menghasilkan pigmen melanoidin berwarna hitam

Potongan ampas kelapa putih dalam mangkuk kayu diletakkan di atas kain goni bersama tempurung kelapa dan sendok kayu.
ilustrasi ampas kelapa (freepik.com/freepik)

Menurut Modernist Cuisine, reaksi maillard terjadi ketika protein dan gula dari makanan bereaksi dengan minyak pada suhu tinggi. Hasil reaksi ini berupa pigmen cokelat kehitaman yang disebut melanoidin, sama seperti warna kulit roti bakar. Pigmen ini sangat stabil dan tidak larut dalam air, sehingga sulit dihilangkan hanya dengan pencucian biasa.

Kamu bisa menggunakan ampas kelapa atau arang aktif untuk menyerap pigmen melanoidin dari minyak bekas. Masukkan segenggam ampas kelapa kering ke dalam minyak hangat, lalu diamkan semalaman. Keesokan harinya, saring minyak dan kamu akan melihat warnanya jadi jauh lebih jernih.

4. Kandungan air memicu hidrolisis lemak menjadi asam lemak bebas

Seseorang menggoreng makanan menggunakan deep fryer stainless steel dengan minyak panas yang sedang mendidih di dapur komersial.
deep frying (freepik.com/zinkevych)

Makanan basah atau es yang langsung dimasukkan ke minyak panas akan menguapkan air secara cepat. Uap air ini memecah molekul trigliserida menjadi asam lemak bebas dan gliserol melalui proses hidrolisis. Asam lemak bebas lebih mudah teroksidasi dan menghasilkan warna gelap serta bau tengik.

Cara terbaik mencegahnya adalah dengan mengeringkan semua bahan makanan sebelum menggoreng, terutama tahu, tempe, atau ayam marinasi. Jika minyak sudah terlanjur menghitam, rebus minyak dengan satu ruas jahe yang digeprek selama lima menit. Jahe mengandung antioksidan alami yang menetralkan asam lemak bebas.

5. Penggunaan berulang mempercepat polimerisasi menjadi minyak hitam kental

Beberapa adonan berwarna cokelat keemasan sedang digoreng dalam minyak panas di wajan logam besar.
ilustrasi menggoreng (vecteezy.com/Md Akib Hasan Sajeeb)

Setiap siklus pemanasan menyebabkan molekul minyak saling terikat membentuk rantai polimer yang panjang. Polimer ini memiliki berat molekul besar sehingga tampak sebagai gumpalan hitam seperti aspal cair. Minyak yang sudah terpolimerisasi tidak hanya hitam, tetapi juga sangat lengket dan berbahaya bagi jantung.

Kamu bisa menjernihkan minyak polimerisasi ringan dengan metode putih telur. Kocok satu butir putih telur hingga berbusa, lalu campurkan ke dalam minyak hangat dan aduk rata. Putih telur akan mengikat polimer hitam dan mengapung ke permukaan, sehingga minyak bersih bisa dipisahkan dengan mudah.

Nah, jadi gak perlu panik kalau minyak goreng tiba-tiba menghitam, ya! Coba dulu trik-trik di atas sebelum memutuskan buang minyaknya. Selamat mencoba di dapur masing-masing, semoga berhemat dan tetap sehat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More