Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Tips Mengolah Daging Kurban Jadi Steak Empuk dan Juicy

5 Tips Mengolah Daging Kurban Jadi Steak Empuk dan Juicy
ilustrasi steak (pexels.com/Denys Gromov)
Intinya Sih
  • Artikel membahas cara mengolah daging kurban menjadi steak empuk dan juicy melalui pemilihan bagian daging yang tepat serta penyimpanan sebelum dimasak agar teksturnya lebih lembut.
  • Marinasi dengan bahan sederhana seperti minyak zaitun, bawang putih, dan lada hitam membantu menambah rasa sekaligus melunakkan serat daging tanpa membuatnya terlalu lembek.
  • Teknik memasak dengan api panas, tidak sering membalik daging, serta memberi waktu istirahat setelah matang menjaga kelembapan dan cita rasa steak tetap maksimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Seringkali daging yang dibagikan saat hari raya Idul Adha tidak habis dalam sekali masak. Di sinilah kita dapat mengkreasikan menjadi berbagai menu. Salah satunya adalah steak. Namun, banyak orang menganggap daging kurban, terutama daging sapi lokal, cenderung lebih keras dibandingkan daging yang biasa digunakan di restoran steak.

Padahal, ini kembali lagi pada teknik yang diterapkan. Dengan teknik yang tepat, daging kurban bisa menghasilkan steak yang empuk, juicy, dan kaya rasa. Berikut lima tips yang bisa diterapkan agar steak dari daging kurban terasa lebih istimewa.

1. Memilih bagian daging yang tepat

ilustrasi daging qurban (unsplash.com/Changyoung koh)
ilustrasi daging qurban (unsplash.com/Changyoung koh)

Kunci utama menghasilkan steak yang empuk dimulai dari pemilihan bagian daging. Tidak semua potongan daging cocok untuk dijadikan steak. Jika memungkinkan, pilih bagian yang memiliki serat lebih halus dan kandungan lemak yang cukup.

Beberapa bagian yang relatif cocok untuk steak antara lain has dalam (tenderloin), has luar (sirloin), atau bagian rib yang memiliki sedikit marbling atau lemak di sela-sela daging. Lemak ini berperan penting dalam menjaga kelembapan daging saat dimasak.

2. Jangan langsung memasak setelah daging dipotong

ilustrasi daging qurban (unsplash.com/Kyle Mackie)
ilustrasi daging qurban (unsplash.com/Kyle Mackie)

Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung mengolah daging yang baru dipotong. Jika langsung dimasak, teksturnya cenderung lebih alot. Sebaiknya simpan daging di dalam lemari pendingin selama 12 hingga 24 jam sebelum diolah.

Proses ini membantu serat otot menjadi lebih rileks sehingga tekstur daging menjadi lebih empuk. Selain itu, sebelum dimasak, keluarkan daging dari kulkas sekitar 30 hingga 60 menit sebelumnya agar suhunya mendekati suhu ruang. Daging yang terlalu dingin sering kali matang tidak merata saat dipanggang, sehingga bagian luar terlalu matang sementara bagian dalam masih mentah.

3. Marinasi untuk menambah rasa dan kelembutan

ilustrasi marinasi daging (commons.m.wikimedia.org/Peter park)
ilustrasi marinasi daging (commons.m.wikimedia.org/Peter park)

Marinasi merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan perubahan besar pada hasil akhir steak. Selain memperkaya cita rasa, marinasi juga membantu melunakkan serat daging. Untuk steak sederhana, tidak perlu menggunakan terlalu banyak bahan. Cukup gunakan kombinasi minyak zaitun, bawang putih cincang, lada hitam, dan sedikit garam.

Diamkan selama 1 hingga 4 jam di dalam kulkas. Jika daging terasa cukup keras, bisa menambahkan bahan alami yang mengandung enzim pelunak, seperti nanas, pepaya, atau kiwi. Namun, gunakan dalam jumlah secukupnya dan jangan terlalu lama karena enzim yang berlebihan justru dapat membuat tekstur daging menjadi lembek.

4. Gunakan api panas dan hindari terlalu sering membalik daging

https://www.pexels.com/photo/close-up-of-juicy-grilled-steak-on-barbecue-36570436/
ilustrasi steak (pexels.com/Caio Niceas)

Salah satu rahasia steak juicy adalah teknik memasaknya. Saat memanggang, pastikan wajan grill atau pan sudah benar-benar panas sebelum daging diletakkan. Suhu tinggi akan menciptakan lapisan karamelisasi di permukaan daging yang membantu mengunci cairan alami di dalamnya.

Ketika daging mulai dipanggang, hindari kebiasaan membolak-baliknya terlalu sering. Biarkan satu sisi matang terlebih dahulu hingga terbentuk kerak kecokelatan yang cantik, baru kemudian balik ke sisi lainnya. Untuk steak setebal sekitar 2 hingga 3 sentimeter, biasanya diperlukan waktu 2 hingga 4 menit per sisi untuk mencapai tingkat kematangan medium.

5. Istirahatkan daging terlebih dahulu sebelum disajikan

https://www.pexels.com/photo/juicy-grilled-steak-sizzling-on-bbq-36683024/
ilustrasi steak (pexels.com/Mohamed Olwy)

Banyak orang langsung memotong steak begitu diangkat dari wajan. Padahal, langkah ini dapat membuat sari daging keluar dan menggenang di piring, sehingga tekstur steak menjadi lebih kering. Setelah matang, letakkan steak di atas piring atau talenan dan diamkan selama sekitar 5 hingga 10 menit.

Proses yang dikenal sebagai resting ini memungkinkan cairan di dalam daging tersebar kembali secara merata ke seluruh bagian. Hasilnya, saat steak dipotong, cairan tetap tersimpan di dalam serat daging sehingga setiap gigitan terasa lebih lembut dan juicy.

Mengolah daging kurban menjadi steak yang empuk dan juicy sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan. Selain menjadi variasi menu yang menarik, steak juga dapat menjadi cara baru menikmati daging kurban. Dengan sedikit perhatian pada teknik pengolahan, daging kurban yang awalnya dianggap keras dapat berubah menjadi sajian yang lembut, beraroma menggugah selera, dan tentunya memuaskan. Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More