Chef Bocorkan Minyak Terbaik untuk Memasak Steak, Apa Itu?

- Chef Frank Tiu merekomendasikan minyak bertitik asap tinggi untuk steak, terutama minyak kanola atau minyak sayur yang tahan panas dan rasanya netral.
- Minyak kanola dan minyak sayur dinilai terjangkau, mudah ditemukan, serta serbaguna untuk steak, menumis, dan memasak dengan wok tanpa mengganggu rasa daging.
- Panaskan wajan, gunakan minyak tipis, keringkan steak, lalu biarkan crust terbentuk sebelum dibalik; tambahkan mentega, bawang putih, dan rosemary pada tahap akhir.
Masak steak di rumah sebenarnya gak serumit yang dibayangkan, tapi ada beberapa detail kecil yang bisa menentukan hasil akhirnya. Salah satunya adalah pemilihan minyak karena kamu membutuhkan panas tinggi untuk membentuk permukaan steak yang kecokelatan dan lezat. Kalau salah memilih minyak, rasa steak bisa terganggu atau dapur malah dipenuhi asap, lho.
Chef Frank Tiu, pengembang resep yang sering memasak steak di rumah, punya pilihan minyak andalan untuk mendapatkan hasil tersebut. Menariknya, minyak pilihannya relatif murah dan mudah ditemukan di pasaran. Jadi, kamu tidak harus membeli minyak mahal untuk mendapatkan steak dengan crust yang menggoda.
1. Pilih minyak dengan titik asap tinggi

ilustrasi masak steak (magnific.com/wirestock) Menurut Chef Frank Tiu, minyak terbaik untuk memasak steak adalah minyak dengan smoke point atau titik asap tinggi. Titik asap merupakan suhu ketika minyak mulai menghasilkan asap, sehingga penting untuk diperhatikan saat kamu memasak menggunakan api besar.
Untuk mendapatkan kategori titik asap tinggi, minyak tersebut umumnya memiliki titik asap sekitar 400 derajat Fahrenheit atau sekitar 204 derajar Celsius atau lebih. Beberapa pilihan yang termasuk di dalamnya adalah minyak kanola, minyak sayur, refined avocado oil, grapeseed oil, beef tallow, dan peanut oil.
Untuk kebutuhan sehari-hari, Tiu memilih minyak kanola atau minyak sayur karena keduanya dapat digunakan secara bergantian. Keduanya punya rasa yang cenderung netral sehingga gak mengganggu cita rasa daging sapi. Karakter tersebut juga membuat minyak ini cocok ketika steak nantinya diberi tambahan mentega, bawang putih, atau rosemary. Dengan begitu, rasa gurih dari daging dan aroma dari bahan tambahan tetap lebih menonjol.
2. Minyak kanola dan sayur lebih ramah di kantong

ilustrasi canola oil (vecteezy.com/Yevhen Smyk) Kalau kamu sedang mencari minyak untuk steak tanpa ingin mengeluarkan biaya terlalu besar, minyak kanola dan minyak sayur bisa menjadi pilihan yang praktis. Tiu menilai kedua jenis minyak tersebut mudah ditemukan dan harganya relatif terjangkau. Kamu juga gak harus terpaku pada merek tertentu karena minyak dengan merek toko sekalipun bisa digunakan. Jadi, kamu bisa memilih produk yang harganya paling masuk akal selama jenis minyaknya sesuai.
Keunggulan lainnya adalah minyak kanola dan minyak sayur gak hanya berguna untuk memasak steak. Tiu juga menggunakannya untuk berbagai kebutuhan memasak lain, termasuk menumis dan memasak menggunakan wok. Titik asapnya yang tinggi membuat kedua minyak tersebut mampu menghadapi panas intens yang dibutuhkan dalam proses memasak menggunakan wok. Artinya, satu botol minyak bisa digunakan untuk berbagai menu sehingga lebih praktis dan ekonomis.
3. Hindari minyak yang terlalu kuat rasanya

ilustrasi daging steak, daging sapi mentah, rosemary, bawang putih (magnific.com/jcomp) Saat memasak steak, minyak sebenarnya hanya menjadi salah satu bagian dari proses untuk mendapatkan permukaan daging yang kecokelatan. Karena itu, rasa minyak sebaiknya jangan sampai mengalahkan cita rasa alami daging. Minyak dengan karakter netral membantumu mempertahankan rasa gurih steak sekaligus memberikan ruang untuk menambahkan bumbu atau saus setelah proses pemanggangan.
Tiu juga mempertimbangkan hal tersebut karena ia senang menyelesaikan steak dengan teknik basting menggunakan mentega, bawang putih, dan rosemary. Minyak yang netral membuat bahan-bahan tersebut bisa memberikan aroma dan rasa tanpa bertabrakan dengan rasa daging.
Sementara itu, penggunaan minyak dengan karakter rasa kuat berpotensi membuat hasil akhirnya terasa lebih kompleks dari yang diinginkan. Jadi, kalau fokusmu adalah menikmati rasa steak, minyak netral bisa menjadi pilihan sederhana.
4. Gunakan minyak secukupnya untuk membuat crust

ilustrasi minyak goreng (magnific.com/wirestock) Pemilihan minyak memang penting, tapi cara penggunaannya juga gak kalah menentukan. Tiu menyarankan kamu memanaskan wajan berukuran besar dengan api besar sebelum menambahkan beberapa sendok makan minyak. Jumlahnya cukup untuk melapisi dasar wajan secara merata, bukan sampai membuat steak seperti sedang digoreng. Lapisan minyak tipis tersebut membantu menciptakan kontak yang baik antara daging dan permukaan wajan panas.
Sebelum steak masuk ke wajan, keringkan permukaannya dengan tisu dapur agar gak terlalu lembap. Setelah itu, letakkan steak di atas wajan panas dan jangan langsung dibolak-balik. Biarkan permukaannya membentuk crust kecokelatan terlebih dahulu, lalu balik dan lanjutkan proses hingga mencapai tingkat kematangan yang diinginkan. Teknik ini membantu memaksimalkan reaksi Maillard, yaitu proses yang menghasilkan warna kecokelatan sekaligus rasa gurih pada permukaan makanan.
5. Tambahkan mentega di tahap akhir

ilustrasi masak steak, daging steak, resting, chef, koki (magnific.com/magnific) Setelah steak mendapatkan crust, kamu bisa menambahkan mentega untuk memberikan rasa gurih dan aroma yang lebih kaya. Menurut Tiu, penggunaan minyak dengan titik asap tinggi, seperti minyak kanola atau minyak sayur, juga membantu saat proses basting menggunakan mentega. Minyak netral dapat membantu melindungi mentega agar tidak terlalu cepat gosong ketika proses memasak masih berlangsung. Hasilnya, kamu tetap bisa mendapatkan cita rasa kaya dari mentega tanpa harus mengorbankan crust steak.
Namun, kamu perlu memperhatikan suhu ketika memasukkan mentega ke dalam wajan. Tiu menyarankan agar api sedikit diturunkan sebelum mentega ditambahkan karena mentega mengandung air dan bisa menimbulkan percikan ketika bertemu dengan minyak panas. Setelah itu, kamu bisa menggunakan sendok untuk menyiramkan mentega panas ke permukaan steak selama beberapa saat. Tambahan bawang putih dan rosemary juga bisa dimasukkan untuk memberikan aroma yang lebih harum pada daging.
Memilih minyak untuk memasak steak ternyata tidak harus membuatmu mencari produk yang mahal atau sulit ditemukan. Minyak kanola dan minyak sayur sudah cukup untuk membantu menghasilkan crust berwarna kecokelatan karena keduanya punya titik asap tinggi dan rasa yang netral.
Kunci berikutnya adalah menggunakan minyak secukupnya, memastikan steak dalam kondisi kering, serta memberikan waktu agar permukaannya benar-benar membentuk crust. Setelah itu, finishing dengan mentega, bawang putih, dan rosemary bisa membuat steak terasa semakin kaya tanpa proses yang ribet.




















