4 Jenis Susu Terbaik untuk Latte Art, Bikin Foamnya Stabil!

Latte art bukan hanya soal teknik menuang espresso dan susu, tetapi juga tentang pemilihan bahan yang tepat. Salah satu faktor paling menentukan keberhasilan latte art adalah jenis susu yang digunakan. Susu yang tepat akan menghasilkan microfoam halus, mengilap, dan stabil sehingga pola, seperti heart, rosetta, hingga tulip bisa terbentuk dengan lebih rapi.
Itulah mengapa, tidak semua susu cocok untuk latte art. Kandungan protein, lemak, dan cara susu bereaksi saat dipanaskan sangat memengaruhi hasil akhirnya. Berikut beberapa jenis susu yang dianggap terbaik untuk latte art, baik untuk barista pemula maupun profesional.
1. Susu sapi full cream
Susu sapi full cream merupakan pilihan paling aman untuk membuat latte art, terutama bagi pemula. Kandungan lemaknya membantu menghasilkan busa yang lembut, mengilap, dan mudah dikontrol saat dituang di atas espresso.
Selain teksturnya yang mendukung, rasa susu full cream juga cenderung seimbang dan tidak mengalahkan karakter kopi. Tak heran jika jenis susu ini sering menjadi andalan untuk latihan latte art di rumah.
2. Susu sapi rendah lemak

Susu sapi rendah lemak juga masih bisa digunakan untuk latte art, meski hasilnya akan sedikit berbeda. Busa yang dihasilkan cenderung lebih ringan dan tidak se-creamy susu full cream. Meski demikian, dengan teknik pengukusan yang tepat, susu rendah lemak tetap mampu membentuk microfoam yang cukup halus untuk membuat pola sederhana seperti hati atau tulip.
3. Susu kedelai
Susu kedelai menjadi alternatif populer bagi mereka yang menghindari susu hewani. Kandungan proteinnya cukup tinggi, sehingga mampu membentuk busa dengan struktur yang relatif stabil.
Namun, susu kedelai memerlukan perhatian khusus saat dipanaskan. Suhu yang terlalu tinggi dapat membuat teksturnya pecah, sehingga sulit untuk dikontrol saat menuang. Jika dikukus dengan benar, susu ini tetap bisa menghasilkan latte art yang rapi.
4. Susu oat

Susu oat yang dijual bebas di pasaran juga bisa digunakan untuk latte art, meski hasilnya bergantung pada merek dan komposisinya. Teksturnya cenderung lembut dengan rasa sedikit manis alami.
Busa dari susu oat biasanya tidak setebal susu sapi, tetapi cukup stabil untuk membuat pola sederhana. Jenis susu ini cocok bagi penikmat kopi yang menginginkan rasa lebih ringan.
Selain memilih susu yang tepat, perhatikan suhu saat memanaskan susu. Suhu ideal berada di kisaran 55–65 derajat Celsius, agar busa tidak pecah dan tetap halus. Hindari memanaskan susu hingga mendidih, karena akan merusak struktur protein.
Itu dia beberapa jenis susu yang cocok untuk latte art. Perlu diketahui bahwa membuat latte art tidak selalu memerlukan susu khusus atau peralatan mahal. Yang terpenting adalah memahami karakter susu dan berlatih secara konsisten, agar kualitas latte art akan meningkat seiring berjalannya waktu.


















