Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Jangan Cuci Ayam Mentah sebelum Dimasak?
ilustrasi daging ayam (freepik.com/freepik)
  • Mencuci ayam mentah di bawah air mengalir dapat menyebarkan Salmonella dan Campylobacter melalui percikan ke wastafel, peralatan, serta makanan lain, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi silang.
  • Bakteri dari ayam yang dicuci dapat menjangkau hampir satu meter dari wastafel dan mengontaminasi spons, lap, gagang lemari, bumbu, maupun permukaan dapur tanpa disadari.
  • Ayam tidak perlu dicuci; keringkan dengan tisu sekali pakai bila perlu, masak hingga suhu internal 74°C, lalu cuci tangan serta bersihkan peralatan yang bersentuhan dengan ayam mentah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat hendak memasak ayam, banyak orang masih memiliki kebiasaan membilasnya di bawah air mengalir. Tujuannya memang baik, yaitu agar ayam terlihat lebih bersih sebelum diolah. Padahal, kebiasaan ini justru tidak dianjurkan oleh para ahli keamanan pangan, lho.

Mencuci ayam mentah bukan berarti menghilangkan bakteri, tetapi malah berpotensi menyebarkannya ke berbagai sudut dapur. Karena itu, penting untuk memahami alasan di balik anjuran ini agar proses memasak tetap aman dan kesehatan keluarga pun lebih terjaga.

1. Bakteri bisa menyebar ke seluruh dapur

ilustrasi bakteri (pexels.com/Edward Jenner)

Ayam mentah memang dapat mengandung bakteri berbahaya, seperti Salmonella dan Campylobacter. Kedua bakteri ini bisa menyebabkan keracunan makanan apabila masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang terkontaminasi atau ayam yang dimasak kurang matang. Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Campylobacter menjadi salah satu penyebab paling umum penyakit akibat makanan.

Saat kamu mencuci ayam di bawah keran, percikan air yang mengenai permukaan ayam dapat membawa bakteri ke berbagai tempat. Air tersebut bisa mengenai wastafel, meja dapur, talenan, peralatan masak, bahkan makanan lain yang berada di dekatnya. Akibatnya, risiko kontaminasi silang menjadi jauh lebih tinggi meskipun ayam terlihat sudah "bersih".

2. Percikan air dapat menjangkau area yang gak kamu sadari

ilustrasi mencuci daging ayam di wastafel (vecteezy.com/Geiza Macedo Silva)

Mungkin kamu berpikir percikan air hanya akan tetap berada di sekitar wastafel. Faktanya, penelitian yang dikutip oleh USDA menunjukkan bahwa bakteri dari ayam mentah dapat menyebar hingga sekitar 3 kaki atau hampir 1 meter dari area wastafel saat ayam dicuci. Jangkauan tersebut tentu lebih luas daripada yang banyak orang bayangkan.

Artinya, benda-benda yang terlihat bersih pun bisa saja sudah terkena percikan air yang membawa bakteri. Spons cuci piring, lap dapur, gagang lemari, hingga bumbu masakan yang berada di dekat wastafel berpotensi ikut terkontaminasi. Tanpa disadari, bakteri tersebut kemudian bisa berpindah ke makanan lain saat kamu memasak.

3. Mencuci ayam gak membuatnya lebih aman dikonsumsi

ilustrasi daging ayam (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Sebagian orang mencuci ayam karena ingin menghilangkan lendir atau cairan yang ada di dalam kemasan. Padahal, cairan tersebut merupakan cairan alami yang keluar selama proses pemotongan, penyimpanan, pengiriman, hingga pembekuan dan pencairan ayam. Jadi, keberadaannya bukan berarti ayam harus dicuci.

Kalau tujuanmu hanya mengurangi kelembapan pada permukaan ayam, cara yang lebih aman adalah menepuk-nepuknya menggunakan tisu dapur sekali pakai hingga kering. Selain membantu mengurangi cairan, cara ini juga membuat permukaan ayam lebih mudah berubah menjadi kecokelatan saat dimasak. Namun, jika setelah dikeringkan ayam mengeluarkan bau yang menyengat atau tak sedap, sebaiknya jangan dikonsumsi lagi.

4. Memasak hingga suhu yang tepat sudah cukup membunuh bakteri

ilustrasi goreng ayam, masak ayam goreng (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Kabar baiknya, kamu sebenarnya tidak perlu mencuci ayam untuk menghilangkan bakteri. Cara paling efektif adalah memasaknya hingga mencapai suhu internal yang aman. Berdasarkan panduan USDA, ayam sebaiknya dimasak hingga suhu internal mencapai 165°F atau sekitar 74°C agar bakteri berbahaya dapat mati.

Prinsip yang sama juga berlaku pada bahan makanan lain, meski suhu amannya berbeda-beda. Ikan dan seafood membutuhkan suhu minimal sekitar 63 derajat Celsius, sedangkan daging sapi dan babi utuh membutuhkan sekitar 63 derajat Celsius. Dengan memasak sesuai suhu yang dianjurkan, kamu gak perlu khawatir lagi mengenai bakteri yang sebelumnya mungkin ada pada ayam mentah.

5. Kebersihan tangan dan peralatan jauh lebih penting

ilustrasi cuci tangan (pexels.com/Burst)

Selain memasak hingga matang, kebiasaan menjaga kebersihan setelah memegang ayam mentah juga gak boleh diabaikan, lho. Para ahli keamanan pangan menyarankan agar tangan segera dicuci menggunakan sabun setelah memegang ayam mentah. Bahkan, sebagian orang memilih menggunakan satu tangan khusus untuk memegang ayam dan tangan lainnya tetap bersih agar risiko penyebaran bakteri berkurang.

Bukan hanya tangan, peralatan yang bersentuhan dengan ayam mentah juga harus segera dibersihkan dan didisinfeksi. Talenan, pisau, wastafel, hingga spons cuci piring sebaiknya dicuci dengan benar setelah digunakan. Langkah sederhana ini jauh lebih efektif dalam mencegah penyebaran bakteri dibandingkan dengan mencuci ayam di bawah air mengalir.

Mencuci ayam mentah mungkin sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan banyak orang selama bertahun-tahun. Namun, berdasarkan rekomendasi para ahli keamanan pangan, kebiasaan tersebut justru bisa meningkatkan risiko penyebaran bakteri ke berbagai permukaan di dapur. Cara yang lebih aman adalah langsung mengolah ayam tanpa dicuci, mengeringkannya dengan tisu dapur bila perlu, lalu memasaknya hingga suhu internal mencapai 74 derajat Celsius.

Jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan serta membersihkan seluruh peralatan yang bersentuhan dengan ayam mentah agar makanan yang kamu sajikan tetap aman untuk dinikmati seluruh keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article