ilustrasi popcorn (pexels.com/Kam Photos)
Dilansir dari laman BBC, jauh sebelum menjadi camilan wajib saat nonton film popcorn sudah menemani manusia sejak ribuan tahun lalu. Jagung sendiri pertama kali dibudidayakan sekitar 10.000 tahun yang lalu di wilayah Meksiko dari rumput liar bernama teosinte, yang bentuknya sangat berbeda dengan jagung modern. Menariknya, bukti fosil tongkol jagung di Peru menunjukkan bahwa manusia kuno kemungkinan sudah membuat popcorn sejak sekitar 4700 SM.
Seiring berjalannya waktu, popcorn pun berkembang menjadi varietas jagung yang dibudidayakan secara khusus agar bisa meletup dengan sempurna saat dipanaskan. Popcorn yang banyak dijual di toko maupun bioskop umumnya berasal dari varietas Zea mays everta, yang memiliki kandungan pati tinggi sehingga menghasilkan tekstur ringan dan renyah. Kini, sebagian besar produksi popcorn dunia berasal dari kawasan Corn Belt di Amerika Serikat, yang memang dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil jagung terbesar di dunia.
Popcorn bukan hanya nama camilan yang meletup saat dipanaskan, tetapi juga sebutan untuk varietas jagung khusus yang digunakan untuk membuatnya. Jenis jagung ini memiliki kandungan pati yang membuatnya dapat mengembang sempurna ketika terkena panas. Berkat karakteristik tersebut, popcorn memiliki tekstur ringan dan renyah yang disukai banyak orang.
Nah, menurut laman Britannica, jagung popcorn yang berasal dari Amerika Tengah ini mulai populer di Amerika Serikat pada pertengahan abad ke-19 karena mudah diolah menjadi camilan. Popularitasnya semakin meningkat setelah mesin pembuat popcorn bertenaga uap portabel ditemukan pada tahun 1885 yang membuat proses pembuatannya jadi lebih praktis. Sejak saat itu, penjual popcorn mulai bermunculan di berbagai sudut jalan dan menjadi cikal bakal pedagang makanan keliling yang dikenal hingga sekarang.