Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan saat Mulai Diet Real Food, Bikin Nyerah di Tengah Jalan

ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Kampus Production)

Diet real food lagi naik daun karena dianggap lebih simpel, sehat, dan gak ribet hitung-hitung kalori. Intinya, kamu cuma fokus makan makanan utuh yang minim proses, seperti sayur, buah, protein segar, umbi, dan kacang-kacangan yang masih “asli” dari alam. Namun, kendati konsepnya gampang, praktiknya sering bikin banyak orang kaget. Bukan karena dietnya susah, tapi karena kita sendiri kadang tanpa sadar mengulangi kesalahan kecil yang efeknya besar banget ke progres.

Oleh sebab itu, sebelum kamu patah semangat, lebih baik cek dulu apakah kamu termasuk yang melakukan kesalahan umum ini. Pasalnya, diet real food itu bisa sangat efektif kalau caranya benar. Namun, kalau keliru, justru bikin frustrasi karena hasilnya gak sesuai dengan yang kamu harapkan. Jadi, yuk, kita kupas tuntas satu per satu biar kamu bisa diet real food dengan benar!

1. Terlalu fokus ke makanan, tapi lupa pola hidup

ilustrasi seseorang sedang begadang (unsplash.com/Victoria Heath)
ilustrasi seseorang sedang begadang (unsplash.com/Victoria Heath)

Banyak orang berpikir diet real food itu cuma soal makan makanan sehat. Padahal, yang bikin berat badan dan kesehatan kamu membaik itu gabungan dari pola tidur, manajemen stres, dan aktivitas harian. Kamu bisa makan bersih seharian, tapi kalau tidur cuma 4 jam dan kerja sambil stres terus, metabolisme kamu akan turun. Akibatnya, tubuh jadi gampang lapar, craving meningkat, dan progres bisa mentok di situ-situ saja. Jadi, jangan cuma fokus ke piring, tapi fokus juga ke gaya hidup.

2. Overeating makanan real food

ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Mikhail Nilov)

Real food memang sehat, tapi bukan berarti kamu boleh makan sebanyak-banyaknya. Walaupun makanan real food jauh lebih bergizi, tapi tetap ada batasannya. Almond, alpukat, selai kacang, dark chocolate, granola homemade—semuanya sehat, tapi kalorinya tetap tinggi. Banyak pemula merasa aman makan banyak karena beranggapan real food adalah makanan alami, lalu tanpa sadar asupan kalori hariannya jadi berlebih. Jadi, tetap ukur porsi, tetap dengarkan sinyal kenyang, dan tetap mindful.

3. Salah pilih minuman

ilustrasi minuman bersoda (unsplash.com/Kous9)
ilustrasi minuman bersoda (unsplash.com/Kous9)

Pola makanmu sudah baik, tapi minumannya tetap kopi gula aren, bubble tea, atau jus buah yang diberi tambahan madu. Gak heran kalau berat badan tetap susah turun. Minuman manis itu sering menjadi “silent calorie” yang gak berasa tapi tinggi banget kalorinya. Bahkan, jus buah murni pun bisa memicu lonjakan gula darah kalau diminum banyak. Untuk diet real food, air putih, infused water, teh tanpa gula, dan kopi hitam adalah pilihan paling aman. Kalau mau manis-manis sedikit, cukup dari makanan asli.

4. Terlalu ketat di awal

ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi makan makanan sehat (pexels.com/Kampus Production)

Ini salah satu kesalahan paling umum: langsung berubah total dalam semalam. Jumlah makanan dipangkas drastis, semua makanan favorit dihilangkan, dan merasa harus diet ketat. Alhasil, baru seminggu sudah menyerah. 

Ingat, perubahan ekstrem memang sulit diterapkan dalam jangka panjang. Diet real food harusnya fleksibel, bertahap, dan realistis. Mulai dari mengganti 1–2 makanan dulu, baru berkembang jadi pola makan full real food. Dengan begitu, kamu gak akan kaget dan merasa tersiksa.

5. Menghindari lemak sepenuhnya

ilustrasi sumber lemak sehat (pixabay.com/Chonow)
ilustrasi sumber lemak sehat (pixabay.com/Chonow)

Lemak sering dianggap musuh saat diet, padahal tubuh kamu butuh lemak sehat untuk hormon, energi, dan rasa kenyang. Banyak pemula yang justru terlalu takut pakai olive oil, makan alpukat, atau konsumsi ikan berlemak. Hasilnya, diet jadi gak seimbang dan badan malah lemas. Real food bukan soal “no fat”, tapi memilih lemak yang baik dari sumber alami. Lemak sehat justru bikin kamu kenyang lebih lama dan mencegah binge eating.

Diet real food itu bukan tentang kesempurnaan, melainkan konsistensi. Kesalahan-kesalahan kecil ini wajar banget dilakukan pemula, tapi kabar baiknya: semuanya bisa diperbaiki dengan mudah. Cukup lebih mindful, lebih seimbang, dan lebih santai dalam menjalani prosesnya. Ingat, pola makan sehat itu maraton, bukan sprint. Jalan pelan tapi pasti jauh lebih tahan lama daripada langsung ngebut tapi ujungnya menyerah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Food

See More

25 Resep Nasi Goreng dan Cara Membuatnya yang Sederhana

19 Jan 2026, 15:23 WIBFood