Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perbedaan Selai dan Marmalade yang Kerap Dianggap Sama
ilustrasi marmalade (commons.wikimedia.org/jules)
  • Selai dibuat dari beragam buah seperti stroberi atau nanas, sedangkan marmalade umumnya memakai buah sitrus seperti jeruk, lemon, grapefruit, jeruk keprok, dan pomelo.
  • Marmalade mengandung irisan kulit jeruk yang menghasilkan rasa manis, asam, serta sedikit pahit-getir, sementara selai buah tidak memiliki ciri tersebut.
  • Selai cenderung lembut dan fleksibel untuk roti, pancake, hingga biskuit; marmalade lebih kenyal seperti jeli, berserat, dan sering dipadukan dengan roti panggang, mentega, atau keju.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah lihat tulisan marmalade di rak supermarket, lalu mengira kalau itu cuma nama lain dari selai? Sekilas memang susah mencari bedanya, apalagi keduanya sama-sama biasa dioleskan ke roti.

Namun, begitu dicicipi, rasa dan teksturnya terasa cukup berbeda. Yuk, kenali perbedaan selai dan marmalade melalui ulasan berikut ini!

1. Buah yang digunakan untuk membuat berbeda

ilustrasi jeruk (vecteezy.com/maxskyohm27626627)

Selai bisa dibuat dari berbagai macam buah. Stroberi, bluberi, nanas, apel, aprikot, dan sirsak termasuk beberapa buah yang sering diolah menjadi selai. Buah tersebut dimasak bersama gula sampai lunak dan mengental, lalu hasilnya bisa dibuat halus atau tetap menyisakan potongan buah.

Marmalade punya pilihan buah yang lebih khusus karena umumnya dibuat dari buah sitrus. Jeruk, lemon, grapefruit, jeruk keprok, dan pomelo bisa digunakan untuk membuat marmalade. Itulah sebabnya rasa buah sitrus biasanya terasa cukup kuat pada olahan ini, lengkap dengan aroma jeruk yang khas.

2. Ada irisan kulit buah di dalam marmalade

ilustrasi marmalade (commons.wikimedia.org/Amanda Slater)

Ciri yang paling mudah ditemukan pada marmalade adalah irisan kulit buahnya. Kulit jeruk dipotong tipis dan dimasak bersama bagian buah serta gula, kemudian potongannya tetap berada di dalam hasil akhir. Saat dioleskan ke roti, irisan tersebut akan terlihat jelas di antara bagian marmalade yang menyerupai jeli.

Kulit buah juga membuat rasa marmalade tidak hanya manis. Ada rasa sedikit pahit dan getir yang berasal dari kulit jeruk, sementara bagian buahnya memberikan rasa asam dan segar. Perpaduan inilah yang membuat marmalade memiliki karakter rasa yang berbeda dari selai buah pada umumnya.

3. Teksturnya punya ciri masing-masing

ilustrasi selai (vecteezy.com/Irina Kryvasheina)

Selai biasanya terasa lembut dan mudah dioleskan. Ada yang dibuat sangat halus hingga bentuk buahnya tidak terlihat, tetapi ada pula yang masih menyisakan potongan buah. Selai stroberi, misalnya, bisa terasa lebih bertekstur karena masih ada potongan buah atau bijinya.

Marmalade cenderung lebih kenyal dan menyerupai jeli. Irisan kulit buah yang ada di dalamnya juga membuat teksturnya terasa sedikit berserat ketika dikunyah. Jadi, bukan cuma rasanya yang berbeda, sensasi saat memakannya pun tidak sama dengan selai yang lebih lembut.

4. Selai punya lebih banyak pilihan untuk teman makan

ilustrasi selai stroberi (vecteezy.com/topntp26)

Selai buah sangat umum digunakan sebagai olesan roti. Roti tawar, roti gandum, croissant, pancake, waffle, dan biskuit bisa dipadukan dengan selai sesuai dengan rasa yang disukai. Selai stroberi atau bluberi juga cocok dicampur dengan selai kacang untuk membuat peanut butter and jelly sandwich.

Marmalade paling sering disajikan bersama roti panggang. Olesan ini enak dipadukan dengan mentega karena rasa gurih dari mentega bisa menyeimbangkan rasa manis, asam, dan sedikit pahit dari marmalade. Keju seperti cheddar atau cream cheese juga bisa menjadi pasangan yang pas, bahkan marmalade dapat digunakan untuk memberi rasa manis-asam pada hidangan daging panggang.

Kalau biasanya sarapan hanya ditemani selai stroberi atau nanas, marmalade bisa jadi pilihan saat ingin mencoba rasa yang sedikit berbeda. Oleskan pada roti panggang yang masih hangat, lalu tambahkan sedikit mentega supaya rasa pahit dari kulit jeruknya tidak terlalu dominan. Semoga informasi di atas bisa semakin menambah pengetahuan baru kamu mengenai kuliner, terutama tentang marmalade.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article