Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sejarah Batagor Bandung, Berawal dari Jajanan Kaki Lima
ilustrasi batagor bandung (pexels.com/Nonik Yench)
  • Batagor bermula pada 1968 ketika Isan, perantau asal Purwokerto, menggoreng sisa bakso tahu kukus di Gang Situsaeur, Bandung; kreasi itu diminati warga dan kemudian dijual.
  • Nama batagor merupakan singkatan bakso tahu goreng, berupa adonan ikan dan tahu yang digoreng renyah, lalu umumnya disajikan dengan bumbu kacang, kecap manis, serta jeruk limau.
  • Dari jajanan kaki lima, batagor menyebar luas dengan beragam variasi dan kemasan oleh-oleh; Batagor H. Isan, Burangrang, Kingsley, serta Riri termasuk penjual legendaris Bandung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Batagor sudah lama menjadi salah satu jajanan yang begitu akrab di telinga masyarakat Indonesia, terutama bagi pencinta kuliner Bandung. Potongan tahu dan adonan ikan yang digoreng hingga renyah, lalu disiram bumbu kacang seolah menjadi kombinasi sederhana yang tidak pernah kehilangan penggemarnya. Di balik sajian yang terlihat sederhana itu, tersimpan sejarah batagor yang panjang hingga dikenal luas hingga sekarang.

Perjalanannya pun gak berhenti sebagai jajanan kaki lima. Dari waktu ke waktu batagor berkembang, melahirkan berbagai variasi, dan tetap bertahan di tengah munculnya beragam kuliner baru. Sejumlah penjual legendaris bahkan masih eksis sampai hari ini, menjadi bagian dari cerita panjang batagor yang menarik untuk ditelusuri.

1. Sejarah batagor Bandung

Sejarah lahirnya batagor bermula pada tahun 1968 ketika seorang perantau asal Purwokerto bernama Isan mulai berjualan bakso tahu kukus di Gang Situsaeur, Bandung. Kala itu, usaha dagangannya sering kali sepi pembeli hingga menyisakan banyak bakso tahu di dalam dandang. Demi mencegah makanan tersebut cepat basi dan terbuang sia-sia, Isan berinisiatif menggoreng sisa bakso tahu dan siomaynya sebelum dibagikan kepada para tetangga.

​Tanpa disangka, kreasi bakso tahu yang digoreng tersebut justru sangat disukai oleh para tetangga hingga mereka mencarinya kembali keesokan harinya. Melihat tingginya minat masyarakat, Isan mulai secara khusus memproduksi serta menjual bakso tahu goreng yang kemudian populer dengan akronim batagor. Seiring berjalannya waktu, sajian inovatif ini berhasil menjadi kuliner khas Bandung yang amat digemari dan bahkan menggeser keberadaan menu bakso tahu kukus aslinya.

2. Asal-usul nama batagor dan kepanjangannya

ilustrasi batagor (unsplash.com/Muhammad Arifin Nursalim)

Nama batagor merupakan singkatan dari “bakso tahu goreng” yang merujuk pada bahan sekaligus cara memasaknya. Sebutan ini terasa sederhana, tapi bisa menggambarkan karakter makanan tersebut karena adonan ikan dan tahu yang menjadi bahan utamanya digoreng hingga bagian luarnya terasa renyah. Setelah matang, batagor biasanya dipotong-potong dan disajikan bersama bumbu kacang, kecap manis, serta perasan jeruk limau.

Istilah “bakso” dalam nama batagor bukan seperti bakso pada umumnya. Bakso di sini adalah adonan berbahan ikan yang memiliki tekstur kenyal, sedangkan “tahu” menjadi salah satu wadah atau komponen utama dari makanan tersebut. Keduanya kemudian digoreng sehingga menghasilkan hidangan yang berbeda dari bakso kuah maupun siomay yang umumnya dikukus. Dari kombinasi kata itulah nama “bakso tahu goreng” kemudian lebih populer disebut dengan singkatan batagor.

Menariknya, penyebutan batagor juga memperlihatkan bagaimana masyarakat Indonesia kerap membuat nama makanan dari bahan dan teknik pengolahannya. Nama yang singkat tersebut akhirnya jauh lebih mudah diingat dan digunakan dalam percakapan sehari-hari dibandingkan menyebut “bakso tahu goreng” secara lengkap.

3. Perkembangan batagor dari masa ke masa

Seiring waktu, batagor berkembang dari jajanan sederhana menjadi salah satu makanan khas Bandung. Hidangan ini awalnya dikenal sebagai makanan kaki lima sampai kini semakin mudah ditemukan di berbagai tempat, mulai dari rumah makan hingga pusat perbelanjaan. Popularitasnya pun gak terbatas di Bandung karena batagor kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Perkembangan batagor juga terlihat dari bahan dan cara penyajiannya yang semakin beragam. Jika sebelumnya batagor identik dengan tahu dan adonan ikan yang digoreng, kini banyak penjual menawarkan variasi seperti batagor kulit pangsit, batagor kuah, hingga batagor dengan pilihan isian dan saus yang berbeda. Meski tampilannya terus berinovasi, bumbu kacang yang gurih dan tekstur renyah tetap menjadi ciri yang membuat batagor mudah dikenali.

Popularitas batagor juga membuat makanan ini berkembang menjadi salah satu pilihan oleh-oleh ketika orang berkunjung ke Bandung, lho. Sejumlah penjual bahkan menghadirkan batagor dalam kemasan yang lebih praktis agar bisa dibawa pulang dan dinikmati di luar kota. Ada juga yang menawarkan batagor versi frozen atau yang dibekukan sehingga lebih tahan lama di perjalanan.

4. Batagor legendaris yang bisa dicicipi di Bandung

ilustrasi menggoreng makanan (pexels.com/Henny Wiyanti)

Kalau ingin merasakan jejak panjang perkembangan batagor di Bandung, Batagor H. Isan bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk disambangi. Usaha ini berawal di kawasan Gang Situsaeur pada 1968 dan tak lepas dari batagor pertama di Bandung. Dan kini, usaha tersebut diteruskan oleh generasi keluarganya dengan mempertahankan resep aslinya.

Berikutnya ada Batagor Burangrang yang sudah hadir sejak era 1970-an dan masih bertahan hingga sekarang. Berlokasi di Jalan Burangrang, kedai ini dikenal dengan batagor berbahan ikan tenggiri dan tahu, sementara bumbu kacangnya disajikan terpisah dengan tekstur kental. Selain bisa disantap langsung, batagor dari tempat ini juga dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh karena tersedia dalam kondisi setengah matang.

Ada pula Batagor Kingsley yang mulai berdiri pada 1982 di Jalan Veteran dan mempertahankan resep keluarga selama puluhan tahun. Batagornya dikenal berukuran cukup besar dengan cita rasa ikan tenggiri yang kuat dan tekstur renyah setelah digoreng. Sekarang, tempat tersebut bukan hanya menjadi tujuan makan, tetapi juga salah satu pusat oleh-oleh yang kerap dikunjungi wisatawan saat berada di Bandung.

Sementara itu, Batagor Riri mulai dikenal sejak 1985 dan memiliki cerita yang sedikit berbeda karena awalnya dibuat pemilik untuk konsumsi keluarga sendiri. Seiring waktu, batagor tersebut semakin diminati hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dikenal sebagai salah satu batagor legendaris Bandung. Salah satu menu yang populer adalah Batagor Campur, perpaduan batagor dan siomay goreng yang disajikan bersama bumbu kacang dengan cita rasa gurih.

Perjalanan panjang sejarah batagor menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa punya tempat istimewa dalam perkembangan kuliner sebuah kota. Dari awal kemunculannya hingga hadir dalam berbagai bentuk dan dijajakan oleh generasi berbeda, batagor tetap mempertahankan daya tariknya sebagai jajanan khas Bandung. Jadi, kalau sedang berkunjung ke Kota Kembang, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi langsung batagor dari salah satu penjual legendarisnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article