ilustrasi menggoreng makanan (pexels.com/Henny Wiyanti)
Kalau ingin merasakan jejak panjang perkembangan batagor di Bandung, Batagor H. Isan bisa menjadi salah satu tempat yang menarik untuk disambangi. Usaha ini berawal di kawasan Gang Situsaeur pada 1968 dan tak lepas dari batagor pertama di Bandung. Dan kini, usaha tersebut diteruskan oleh generasi keluarganya dengan mempertahankan resep aslinya.
Berikutnya ada Batagor Burangrang yang sudah hadir sejak era 1970-an dan masih bertahan hingga sekarang. Berlokasi di Jalan Burangrang, kedai ini dikenal dengan batagor berbahan ikan tenggiri dan tahu, sementara bumbu kacangnya disajikan terpisah dengan tekstur kental. Selain bisa disantap langsung, batagor dari tempat ini juga dikenal sebagai salah satu pilihan oleh-oleh karena tersedia dalam kondisi setengah matang.
Ada pula Batagor Kingsley yang mulai berdiri pada 1982 di Jalan Veteran dan mempertahankan resep keluarga selama puluhan tahun. Batagornya dikenal berukuran cukup besar dengan cita rasa ikan tenggiri yang kuat dan tekstur renyah setelah digoreng. Sekarang, tempat tersebut bukan hanya menjadi tujuan makan, tetapi juga salah satu pusat oleh-oleh yang kerap dikunjungi wisatawan saat berada di Bandung.
Sementara itu, Batagor Riri mulai dikenal sejak 1985 dan memiliki cerita yang sedikit berbeda karena awalnya dibuat pemilik untuk konsumsi keluarga sendiri. Seiring waktu, batagor tersebut semakin diminati hingga akhirnya berkembang menjadi usaha yang dikenal sebagai salah satu batagor legendaris Bandung. Salah satu menu yang populer adalah Batagor Campur, perpaduan batagor dan siomay goreng yang disajikan bersama bumbu kacang dengan cita rasa gurih.
Perjalanan panjang sejarah batagor menunjukkan bahwa makanan sederhana pun bisa punya tempat istimewa dalam perkembangan kuliner sebuah kota. Dari awal kemunculannya hingga hadir dalam berbagai bentuk dan dijajakan oleh generasi berbeda, batagor tetap mempertahankan daya tariknya sebagai jajanan khas Bandung. Jadi, kalau sedang berkunjung ke Kota Kembang, rasanya belum lengkap kalau belum mencicipi langsung batagor dari salah satu penjual legendarisnya.