Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sejarah Tiramisu, dari Kisah Rakyat hingga Jadi Ikon Dessert
ilustrasi tiramisu (pexels.com/Manu Madu)
  • Tiramisu diyakini berasal dari Treviso, Italia, dikembangkan oleh Roberto Linguanotto di restoran Le Beccherie pada akhir 1960-an dan populer setelah masuk menu restoran serta buku masak.
  • Ada berbagai teori asal-usul tiramisu, mulai dari hidangan penambah energi di rumah hiburan hingga adaptasi resep tradisional ‘sbatudin’, namun bukti terkuat tetap mengarah ke wilayah Treviso.
  • Nama tiramisu berarti ‘angkat semangat’, mencerminkan bahan energinya seperti kopi dan telur; resep klasiknya berevolusi global menjadi simbol kuliner Italia dengan banyak variasi modern.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejarah tiramisu kerap memunculkan rasa penasaran, karena menyimpan kisah unik tentang asal-usulnya di Italia. Banyak versi berkembang, mulai dari cerita rakyat hingga catatan historis yang menyebutkan kemunculan dessert ini pada abad ke-20 di wilayah Veneto.

Perkembangan hidangan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses panjang yang dipengaruhi banyak faktor. Simak penjelasan lengkap soal sejarah tiramisu untuk memahami bagaimana dessert sederhana ini berubah menjadi simbol kuliner dunia melalui ulasan berikut ini.

1. Asal-usul tiramisu berakar dari wilayah Treviso, Italia

Treviso, Italia (commons.wikimedia.org/Didier Descouens)

Wilayah Treviso di Italia Utara sering disebut sebagai tempat lahirnya tiramisu, karena banyak bukti historis mengarah pada daerah tersebut. Catatan sejarah yang paling kuat mengaitkan dessert ini dengan restoran Le Beccherie pada akhir 1960-an hingga awal 1970-an, ketika seorang pastry chef bernama Roberto Linguanotto mengembangkan resep yang kemudian dikenal luas sebagai tiramisu. Fakta tersebut diperkuat oleh minimnya dokumentasi tertulis sebelum dekade 1980-an, sehingga banyak peneliti kuliner menganggap tiramisu sebagai dessert modern, bukan resep klasik kuno seperti yang sering diasumsikan.

Popularitasnya meningkat pesat setelah mulai masuk dalam menu restoran dan buku masak, terutama ketika wisata kuliner Italia mulai berkembang secara global. Sejarah juga menunjukkan bahwa sebelum dikenal luas, hidangan ini hanya dikonsumsi di lingkungan terbatas karena bahan-bahannya tidak tahan lama tanpa teknologi pendingin modern. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa tiramisu tidak segera menyebar luas meskipun telah dikenal secara turun-temurun di masyarakat Treviso.

2. Beragam teori unik mengungkap latar belakang penciptaannya

ilustrasi bahan-bahan tiramisu (pexels.com/Jen Mancini)

Cerita mengenai asal-usul tiramisu tidak hanya satu versi, lho. Terdapat sejumlah teori yang berkembang di masyarakat, mulai dari kisah realistis hingga legenda yang cukup kontroversial. Salah satu cerita populer menyebutkan bahwa dessert ini pernah disajikan di rumah hiburan pada abad ke-19 sebagai hidangan penambah energi bagi pelanggan.

Versi lain mengaitkan tiramisu dengan hidangan tradisional petani Veneto bernama “sbatudin”. Hidangan ini berisikan campuran kuning telur dan gula yang biasa dikonsumsi sebagai penambah energi, terutama bagi pasangan yang baru menikah.

Resep tersebut kemudian mengalami modifikasi dengan penambahan mascarpone, biskuit savoiardi, serta bubuk kakao hingga membentuk tiramisu seperti yang dikenal saat ini. Ada pula klaim dari wilayah Friuli-Venezia Giulia yang menyebutkan bahwa dessert serupa telah dibuat pada 1959 oleh Norma Pielli di Hotel Albergo Roma di Tolmezzo. Meskipun begitu, klaim ini masih kalah kuat dibandingkan dengan bukti yang mengarah pada Treviso sebagai pusat utama perkembangan resep tiramisu modern.

3. Makna nama dan evolusi resep tiramisu hingga akhirnya mendunia

ilustrasi tiramisu (pexels.com/Роман Нагаевский)

Nama tiramisu berasal dari dialek Treviso Tireme su yang kemudian “diitalianisasi” menjadi tiramisù. Secara harfiah, kata tersebut memiliki arti “angkat semangat” atau “pick me up”. Makna tersebut berkaitan erat dengan komposisi bahan yang digunakan, seperti espresso serta campuran gula dan telur yang memberikan energi instan bagi tubuh.

Komposisi klasik tiramisu terdiri dari biskuit savoiardi yang direndam kopi, lapisan krim mascarpone, kuning telur, gula, serta taburan kakao. Beberapa versi juga menambahkan anggur Marsala untuk memberikan aroma khas yang lebih kompleks, meskipun variasi ini tidak selalu digunakan dalam resep tiramisu kekinian.

Popularitas tiramisu mulai meningkat secara signifikan pada akhir abad ke-20. Terutama ketika restoran Italia berkembang di berbagai negara. Transformasi tersebut menjadikan tiramisu tidak hanya sebagai makanan penutup, tetapi juga simbol identitas kuliner Italia. Perkembangan global turut memunculkan berbagai variasi, seperti penggunaan cokelat, buah, hingga penyajian secara modern. Namun, struktur dasar resep tiramisu tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usulnya.

Sejarah tiramisu menunjukkan bagaimana dessert sederhana bisa berkembang menjadi ikon kuliner Italia yang mendunia. Beragam versi asal-usulnya justru menambah daya tarik dan memperkaya cerita di balik setiap sajian. Hingga kini, tiramisu tetap menjadi pilihan favorit banyak orang berkat rasa klasik yang tak lekang oleh waktu. Apakah kamu salah satunya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team