ilustrasi tiramisu (pexels.com/Роман Нагаевский)
Nama tiramisu berasal dari dialek Treviso Tireme su yang kemudian “diitalianisasi” menjadi tiramisù. Secara harfiah, kata tersebut memiliki arti “angkat semangat” atau “pick me up”. Makna tersebut berkaitan erat dengan komposisi bahan yang digunakan, seperti espresso serta campuran gula dan telur yang memberikan energi instan bagi tubuh.
Komposisi klasik tiramisu terdiri dari biskuit savoiardi yang direndam kopi, lapisan krim mascarpone, kuning telur, gula, serta taburan kakao. Beberapa versi juga menambahkan anggur Marsala untuk memberikan aroma khas yang lebih kompleks, meskipun variasi ini tidak selalu digunakan dalam resep tiramisu kekinian.
Popularitas tiramisu mulai meningkat secara signifikan pada akhir abad ke-20. Terutama ketika restoran Italia berkembang di berbagai negara. Transformasi tersebut menjadikan tiramisu tidak hanya sebagai makanan penutup, tetapi juga simbol identitas kuliner Italia. Perkembangan global turut memunculkan berbagai variasi, seperti penggunaan cokelat, buah, hingga penyajian secara modern. Namun, struktur dasar resep tiramisu tetap dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap asal-usulnya.
Sejarah tiramisu menunjukkan bagaimana dessert sederhana bisa berkembang menjadi ikon kuliner Italia yang mendunia. Beragam versi asal-usulnya justru menambah daya tarik dan memperkaya cerita di balik setiap sajian. Hingga kini, tiramisu tetap menjadi pilihan favorit banyak orang berkat rasa klasik yang tak lekang oleh waktu. Apakah kamu salah satunya?