Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Kebiasaan Memasak yang Bisa Membuat Bakteri Berkembang

4 min read
5 Kebiasaan Memasak yang Bisa Membuat Bakteri Berkembang
ilustrasi memasak (pexels.com/Anna Shvets)
  • Makanan matang yang terlalu lama di suhu ruang, terutama mengandung daging, telur, atau susu, berisiko menjadi tempat bakteri berkembang sehingga perlu disimpan tepat waktu.
  • Kontaminasi silang dapat terjadi dari talenan, pisau, tangan, wadah, atau alat kotor yang menyentuh bahan mentah lalu digunakan untuk makanan matang.
  • Daging perlu dipastikan matang hingga bagian dalam, idealnya memakai termometer makanan, karena tampilan luar yang matang belum tentu telah membunuh bakteri berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memasak seharusnya membantu kita membuat makanan menjadi lebih aman untuk dikonsumsi. Namun, beberapa kebiasaan saat menyiapkan dan mengolah makanan justru dapat membuat bakteri lebih mudah berkembang. Kebiasaan tersebut sering dilakukan tanpa kita sadari karena terlihat sederhana dan tidak langsung menimbulkan masalah.

Kebersihan makanan tidak hanya ditentukan oleh bahan yang kita gunakan. Cara mencuci, memotong, memasak, hingga menyimpan makanan juga dapat memengaruhi keamanan makanan yang kita konsumsi. Karena itu, beberapa kebiasaan berikut perlu kita perhatikan saat berada di dapur.

  1. 1. Membiarkan makanan matang terlalu lama pada suhu ruang

    ilustrasi meja makan
    ilustrasi meja makan (pexels.com/Amar Preciado)

    Makanan yang sudah matang tetap dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri jika dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan pada makanan yang mengandung daging, telur, susu, atau bahan lain yang mudah rusak. Semakin lama makanan berada dalam kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri, semakin besar pula risiko kontaminasinya.

    Kita sebaiknya tidak membiarkan makanan matang berada di luar lemari pendingin tanpa alasan yang jelas. Jika makanan belum akan langsung dikonsumsi, simpan dalam wadah yang sesuai dan masukkan ke lemari pendingin setelah suhunya cukup turun. Cara ini membantu mengurangi waktu makanan berada dalam kondisi yang memungkinkan bakteri berkembang.

  2. 2. Menggunakan talenan yang sama untuk bahan mentah dan matang

    ilustrasi memotong ayam
    ilustrasi memotong ayam (freepik.com/freepik)

    Menggunakan satu talenan untuk semua bahan dapat menyebabkan kontaminasi silang di dapur. Bakteri dari daging, unggas, atau makanan laut mentah dapat berpindah ke makanan yang sudah matang melalui permukaan talenan. Risiko tersebut semakin besar jika talenan hanya dibersihkan sekilas sebelum digunakan kembali.

    Kita sebaiknya menggunakan talenan yang berbeda untuk bahan mentah dan makanan siap santap jika memungkinkan. Jika hanya memiliki satu talenan, bersihkan permukaannya secara menyeluruh dengan sabun dan air sebelum digunakan untuk bahan lain. Pisau dan peralatan yang bersentuhan dengan bahan mentah juga perlu diperlakukan dengan cara yang sama.

  3. 3. Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan

    ilustrasi mencuci tangan
    ilustrasi mencuci tangan (magnific.com/magnific)

    Tangan dapat menjadi salah satu media perpindahan bakteri ke makanan selama proses memasak. Kita bisa menyentuh berbagai benda, bahan makanan, atau permukaan dapur sebelum mulai mengolah makanan. Jika tangan tidak dibersihkan dengan baik, mikroorganisme yang menempel dapat berpindah ke bahan makanan.

    Karena itu, mencuci tangan perlu menjadi bagian dari persiapan sebelum memasak. Kita juga perlu mencuci tangan setelah memegang bahan mentah, terutama daging, unggas, dan telur. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko bakteri berpindah dari tangan ke makanan atau peralatan dapur.

  4. 4. Memasak daging tanpa memastikan bagian dalamnya matang

    ilustrasi memasak daging
    ilustrasi memasak daging (pexels.com/Deane Bayas)

    Bagian luar daging bisa terlihat matang meskipun bagian dalamnya belum mencapai suhu yang cukup untuk membunuh bakteri berbahaya. Kondisi ini dapat terjadi terutama pada daging dengan ukuran atau ketebalan tertentu. Mengandalkan warna permukaan saja juga tidak selalu cukup untuk menentukan apakah makanan sudah matang dengan aman.

    Kita dapat menggunakan termometer makanan untuk memeriksa suhu bagian dalam daging. Alat tersebut membantu memastikan makanan mencapai suhu yang sesuai sebelum dikonsumsi. Jika tidak memiliki termometer, kita tetap perlu memperhatikan cara dan waktu memasak sesuai jenis makanan yang sedang diolah.

  5. 5. Memasukkan makanan panas ke wadah yang kotor

    ilustrasi memasak ayam
    ilustrasi memasak ayam (freepik.com/pressfoto)

    Wadah yang terlihat bersih belum tentu terbebas dari bakteri jika tidak dicuci dengan benar. Sisa makanan yang menempel pada permukaan wadah dapat menjadi sumber kontaminasi ketika kita memasukkan makanan baru ke dalamnya. Hal yang sama dapat terjadi pada sendok, penjepit, atau peralatan lain yang digunakan untuk mengambil makanan.

    Kita perlu memastikan wadah dan peralatan yang digunakan untuk makanan sudah dicuci dengan bersih sebelum digunakan kembali. Hindari pula menggunakan alat yang sebelumnya menyentuh bahan mentah untuk mengambil makanan matang tanpa mencucinya terlebih dahulu. Kebiasaan menjaga kebersihan peralatan dapat membantu mengurangi peluang bakteri berpindah ke makanan.

    Memasak makanan dengan aman tidak hanya bergantung pada proses pemanasan. Kebiasaan kita dalam mencuci tangan, menggunakan peralatan, mengolah bahan, dan menyimpan makanan juga berperan dalam mencegah kontaminasi bakteri. Dengan lebih memperhatikan hal-hal sederhana tersebut, kita dapat mengurangi risiko makanan terkontaminasi selama berada di dapur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More