Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Lain

Selain lezat, harganya juga murah!

Setiap dolan ke Semarang, selain destinasi wisatanya yang berbagai macam, satu yang paling dirindukan adalah kulinernya. Gara-gara keunikan makanan khasnya pula, Ibu Kota Jawa Tengah ini banyak menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.

Mungkin kamu sudah mengenal jajanan seperti lunpia, wingko babat, kue mochi, atau juga bandeng presto yang biasanya sangat mudah bisa dibeli di pusat oleh-oleh. Tapi tahukah kamu, kalau ternyata kota ATLAS ini punya jajanan yang sangat tidak ditemukan di kota lain. Apa saja itu?

1. Tahu gimbal

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Lainindonesiakaya.com

Makanan yang terdiri dari potongan tahu goreng, lontong, tauge, telur, rajangan kubis mentah, dan gimbal ini menjadi ciri khas Semarang sejak dulu. Eits, bukan rambut, gimbal sendiri adalah udang yang digoreng dibalut dengan tepung. 

Sambal kacang tahu gimbal terlihat lebih encer daripada sambal pecel. Dan yang membuat makin nikmat, bumbu tahu gimbal dilengkapi dengan petis udang.
Pedagang tahu gimbal ini tidak susah untu kamu cari, banyak warung-warung penjual tahu gimbal di daerah taman KB atau depan SMA 1 Semarang.

Tapi, yang menjadi andalan warga Semarang adalah Tahu Gimbal Plampitan. Warung ini menyajikan gimbal dengan udang berukuran cukup besar. Buat kamu yang sedang kelaparan sangat direkomendasikan berkunjung ke sini karena porsinya yang cukup besar. Buat satu porsinya, kamu cukup membayar dengan harga Rp23.000 saja. Murah kan?

2. Kue Lekker

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Lainngelancongweekend.com

Di Semarang ada pedagang kue lekker yang sangat legendaris, karena sudah berjualan sejak tahun 1978. Bermodalkan lapak kaki lima di depan SMA Kolose Loyola, jajanan bernama Lekker Paimo ini ramai diserbu dari pagi sampai sore hari. Lekker Paimo beralamat di Jalan Karang Anyar atau tepatnya tidak terlalu jauh dari Jalan Gajah Mada.

Harga lekkernya mulai dari Rp2.000-Rp25.000. Kalau biasanya lekker yang kamu temui tipis hanya berisi susu coklat, lekker buatan Paimo meyediakan dua pilihan ketebalan. Ada yang tipis kering berisi karamel atau coklat, ada juga yang tebal dengan berbagai pilihan isi, seperti telur sosis keju, keju abon, jagung manis, hingga telur sosis tuna keju plus sambal pedasnya yang bikin ketagihan.

Baca Juga: 7 Kuliner Legendaris di Jawa Barat yang Wajib Kamu Coba di Tahun 2019

3. Mie Kopyok

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Lainsteemkr.com

Kamu bisa dengan mudah menemukan pedagang mie kopyok yang sedang keliling di komplek rumah-rumah menggunakan gerobak. Mie kopyok khas Semarang biasa dijual di siang hari.

Biasanya mie kopyok disajikan dengan bahan dasar mie dan tauge yang diseduh. Ditambah lontong, taburan kerupuk gendar dan ditambahkan dengan kecap yang membuat mie kopyok ini memiliki sensasi sendiri saat disantap. 

Tapi, mie kopyok yang lumayan terkenal di Semarang adalah Mie Kopyok Pak Dhuwur yang terletak di belakang kantor PLN di Jalan Tanjung. Murah kok, cukup membayar seharga Rp15.000, kamu bisa merasakan segarnya mie kopyok sampai keringat bercucuran.

4. Tahu Pong

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Laingoodindonesianfood.com

Makanan ini berwujud tahu tanpa isi alias pong yang digoreng garing yang mampu membuat kamu ketagihan lho. Enaknya, tahu ini cocok dimakan ketika hangat. Tambah sedap kalau dicocol dengan petis udang plus campuran acar dan potongan cabai hijau.

Nah, tempat yang paling pas didatangi untuk menikmati tahu pong adalah Tahu Pong Gajahmada yang berseberangan dengan gereja Bethel, tepatnya di Jalan Gajah Mada, no. 63 B Semarang. Harga yang ditawarkan bermacam-macam sesuai pilihan, mulai dari Rp15.000-Rp25.000.

5. Es Cong Lik

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Laininstagram.com/alvinisimo

Kalau kamu baru pertama kali menginjakan kaki di Kota Semarang, pasti akan emosi dengan udara panas yang keterlaluan. Nah, untuk meredam emosi karena udara panas, kamu bisa menikmati es puter khas Semarang bernama es Cong Lik.

Es tanpa bahan pengawet ini terdiri dari berbagai macam pilihan rasa lho. Antara lain, coklat,durian, alpukat, sirsak, kopyor, leci, kelengkeng sampai belewah dan kacang hijau. Apalagi kalau ditambah durian. Yummy! 

Kedai es Cong Lik yang menjadi legenda di Kota Semarang berada di seberang rumah sakit Telogorejo Jalan KH Ahmad Dahlan. Tahu kenapa disebut es Cong Lik? Cong Lik sendiri berasal dari kata kacung cilik yang berarti pembantu kecil.

Menurut cerita, dulu pemilik warung ini, saat masih anak-anak pernah menjadi pelayan orang Jepang yang tinggal di Hotel Jansen. Kamu dapat menikmati es Cong Lik siang sampai malam hari dengan harga mulai dari Rp15.000 – Rp25.000.

6. Pisang Plenet

Dijamin Ngiler, 6 Jajanan Semarang yang Tidak Ditemukan di Kota Laincurvetube.com

Kata plenet sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti pipih. Hanya pisang kepok yang bisa digunakan dalam kuliner ini. Pisang dibakar kemudian di-plenet memakai papan kecil. Kemudian, pisang plenet diberi taburan gula halus putih. Tidak hanya itu, kamu juga bisa memilih rasa lainnya kok, seperti selai nanas, coklat, atau keju.

Untuk menikmati jajanan legendaris ini, kamu cukup menyediakan uang Rp10.000 untuk satu porsi. Pedagang pisang plenet bisa kamu temui di sore hari mulai pukul 18.00 WIB di ujung Jalan Gajahmada Semarang.

Tahu tidak, pisang plenet termasuk kuliner langka lho, karena keberadaanya mulai tegeser dengan jajanan masa kini. Salah satu pedagang pisang plenet masih setia berjualan sejak tahun 1960 adalah Pak Tuko. Pisang plenet Pak Tuko biasa menjajakan jualannya di Pasar Semawis.

Sampai saat ini, Pak Tuko tetap mempertahankan kualitas khas pisang plenet buatannya, sehingga masih menjadi salah satu pilihan kuliner yang wajib dijajal kalau berkunjung ke Semarang.

Nah, kalau kamu kebetulan sedang berada di Kota Semarang, tidak ada salahnya buat mencicipi enam jajanan di atas yang tidak bakal ditemukan di kotamu. Rasakan sensasinya!

Baca Juga: 7 Jajanan Pasar Khas Sulsel Ini Bikin Kamu Ingin Coba Berkali-kali

Adib Auliawan Photo Writer Adib Auliawan

thank you, sorry, please and repeat

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

yummy-banner

Topik:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya