Asal-usul Choco Mint, Rasa Cokelat Mint yang Viral Lagi

Choco mint berakar dari tradisi Maya dan Aztec yang memuliakan cokelat.
Kombinasi cokelat dan mint berkembang pesat sejak era Victoria, lalu makin populer melalui mint chocolate chip ice cream pada pernikahan Putri Anne dan Mark Phillips pada 1973.
Choco mint kini hadir dalam es krim, minuman, permen, dan berbagai camilan.
Rasa cokelat biasanya identik dengan manis. Namun, ada varian cokelat unik bernama choco mint (sering juga disebut chocolate mint) yang memadukan rasa manis dan kesegaran khas daun mint. Pamor choco mint kini juga kian meroket, bahkan kerap dibahas di media sosial dan sering ditemukan pada beberapa hidangan.
Choco mint sendiri bukan rasa cokelat yang muncul begitu saja. Jika ditarik ke belakang, asal-usul choco mint berakar dari wilayah Amerika ribuan tahun lalu.
Penasaran bagaimana sejarah dan apa pengaruh rasa choco mint bagi kuliner dunia secara luas? Berikut penjelasan lengkapnya.
Table of Content
1. Sejarah awal choco mint

ilustrasi chocomint (unsplash.com/amirali mirhashemian) Laman Mashed menjelaskan bahwa asal-usul choco mint berangkat dari ribuan tahun lalu, tepatnya dimulai oleh Suku Maya dan Aztec. Kedua suku tersebut hidup di wilayah Mesoamerika (sekarang Amerika tengah).
Ribuan tahun yang lalu Suku Maya dan Aztec “menyembah” cokelat. Cokelat dianggap sebagai hadiah dari dewa dan hanya bisa dimakan oleh para elite pada acara atau perayaan khusus.
Setelah itu, bangsa Eropa memulai penjelajahan dan akhirnya sampai ke wilayah Mesoamerika pada abad ke-16. Bangsa Eropa akhirnya menemukan cokelat dan menganggap rasanya pahit atau getir. Untuk menghilangkan rasa tersebut mereka menambahkan bumbu lain agar rasanya makin kaya dan manis. Nah, salah satu bumbu atau rasa yang ditambahkan adalah mint yang memang tumbuh subur di Eropa.
Dilansir Coracao Chocolate, sejak saat itu choco mint (perpaduan antara cokelat dan mint) menjadi makanan yang populer di berbagai belahan dunia karena rasa uniknya. Salah satu perkembangan choco mint terbesar di Eropa terjadi pada era Victoria (1837—1901).
Kala itu, banyak toko kue yang membuat choco mint atau menggabungkan cokelat dengan rasa mint. Pada 1973 juga terdapat terobosan baru di mana seorang pelajar bernama Marilyn Ricketts membuat mint chocolate chip ice cream pada pernikahan Putri Anne dan Mark Phillips di Britania Raya. Momen tersebut makin mempopulerkan nama choco mint sebagai rasa cokelat yang klasik.
2. Pengaruh choco mint terhadap budaya di dunia

ilustrasi chocomint (unsplash.com/note thanun) Selama ribuan tahun choco mint terus menyebar ke berbagai belahan dunia. Awalnya di Eropa, ke Amerika utara, hingga Asia.
Choco mint terus diolah menjadi berbagai dessert atau hidangan penutup yang mengedepankan perpaduan rasa manis dan segar. Beberapa olahan choco mint terpopuler adalah es krim, minuman, dan permen. Ada juga stik cokelat, wafer, sampai cokelat batangan dengan rasa choco mint.
Di beberapa negara Asia, seperti Jepang, choco mint sangat populer, khususnya sebagai snack atau makanan ringan. Biasanya, masyarakat Jepang akan menikmati choco mint di musim panas ketika panas matahari sangat menyengat. Di Thailand choco mint juga sempat booming, spesifiknya minuman choco mint.
Selain di Asia pamor choco mint juga sangat besar di Amerika Serikat. Bahkan, Negeri Paman Sam tersebut menyatakan Hari Chocolate Mint Nasional (National Chocolate Mint Day) yang dirayakan tiap tanggal 19 Februari.
3. Kepopuleran choco mint di Indonesia

ilustrasi choco mint (unsplash.com/Katya O.) Di Indonesia choco mint konon akan menggeser kepopuleran ubee pada 2026. Nama choco mint bisa naik daun karena perpaduan rasa manis serta banyaknya variasi hidangan yang ditawarkan. Rasa manis dan feels dinginnya juga sangat cocok dengan kondisi Indonesia di 2026 yang sedang mengalami kemarau panjang.
Berbagai gerai seperti Goncha, The Palace Tea, Roda Roda, Gaga, Baskin Robbins, Latteria Gelatto, hingga Krispy Kreme mulai menjajakan menu berbasis choco mint. Beberapa yang terpopuler adalah minuman dan es krim choco mint yang mampu memberikan kesegaran di tengah kemarau. Ada juga menu lain seperti donat hingga roti rasa choco mint. Choco mint di Indonesia juga bisa dipadukan dengan hidangan lokal, khususnya teh dan kopi. Buat kamu yang mau lebih sehat ada juga yoghurt choco mint, lho.
Tak hanya menikmati kelezatannya, sekarang kamu jadi makin tahu asal-usul choco mint. Hidangan tersebut juga membuktikan bahwa dua rasa yang berbeda bisa berpadu jadi satu dan memunculkan sensasi baru.























