Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Disebut Pempek Kapal Selam? Begini Asal-usulnya

Kenapa Disebut Pempek Kapal Selam? Begini Asal-usulnya
ilustrasi pempek kapal selam (pexels.com/Nunun Dy)
  • Pempek kapal selam, kuliner khas Palembang, dahulu dikenal sebagai pempek telok besak karena berisi telur berukuran besar.
  • Nama pempek kapal selam mulai dikenal pada dekade 1970-an, terinspirasi dari adonan yang tenggelam saat direbus lalu muncul kembali ketika matang.
  • Selain kapal selam, pempek memiliki banyak variasi, seperti lenjer, adaan, keriting, tunu, udang, telur kecil, tahu, pistel, dan kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pencinta kuliner mungkin tak asing dengan pempek, khususnya pempek kapal selam. Makanan khas Palembang tersebut sudah melegenda, bahkan pamornya meluas hingga ke seluruh Indonesia. Pempek kapal selam juga khas karena punya rasa yang gurih, asam, pedas, dan teksturnya kenyal di luar.

Selain dari rasa, makanan tersebut juga populer karena namanya yang sangat unik. Lantas, apakah kamu tahu kenapa disebut pempek kapal selam dan bagaimana asal-usul nama tersebut? Cari tahu di bawah ini, yuk!

  1. 1. Kenapa disebut pempek kapal selam?

    Pada masa lalu pempek kapal selam memiliki nama berbeda, yaitu pempek telok besak yang mengacu pada isian telur berukuran besar di dalamnya. Berdasarkan penuturan KMS H. Andi Syarifuddin, selaku pemerhati sejarah Palembang, pempek kapal selam sejatinya adalah nama yang terbilang baru. Sumber lain juga menerangkan bahwa nama pempek kapal selam baru dikenal pada dekade 1970-an. Adapun nama tersebut memiliki asal-usul tersendiri yang berhubungan dengan proses pembuatannya.

    M. Arifin Lubis yang merupakan seorang koki di Palembang menjelaskan bahwa pempek tersebut dibuat dengan cara direbus di dalam air panas. Ketika pertama dimasukan ke air adonan pempek akan tenggelam. Ketika sudah matang, nantinya pempek akan kembali muncul ke permukaan. Gerakan tenggelam dan muncul kembali tersebut serupa dengan kapal selam di lautan sehingga memunculkan nama pempek kapal selam yang selama ini kita kenal.

  2. 2. Cara membuat pempek kapal selam

    Cara membuat pempek kapal selam
    ilustrasi pempek kapal selam (commons.wikimedia.org/Muchtarrprincess)

    Pembuatan pempek kapal selam sebenarnya tidak terlalu sulit, bahkan serupa dengan pempek lain. Adonan pempeknya dibuat dari tepung tapioka, terigu, filet ikan tenggiri yang dihaluskan, kaldu ayam, bawang putih bubuk, dan air. Selain itu, kamu juga harus menyiapkan telur ayam dan minyak. Nah, bahan kuah cukonya adalah air, gula merah, kecap manis, cuka masak, asam jawa, garam, cabai, dan bawang putih.

    Langkahnya, buat adonan pempek dengan mencampurkan semua bahan yang ada. Selanjutnya, bentuk menjadi seperti mangkuk, masukan telur yang sudah diaduk, tutup adonan, dan balurkan dengan tepung tapioka. Masukan adonan ke air mendidih hingga tenggelam. Setelah matang pempek dengan sendirinya akan mengapung. Setelah mengapung segera angkat pempek.

    Siapkan minyak panas dan masak pempek yang sudah direbus hingga kulit luarnya kecokelatan. Jangan lupa buat cuko dengan mencampurkan semua bahan dan memasaknya. Setelah selesai membuat cuko dan pempek sudah digoreng artinya pempek kapal selam siap dihidangkan. Kamu juga bisa menambah beberapa pelengkap seperti timun yang diiris dadu kecil atau mi goreng.

  3. 3. Jenis pempek lain selain pempek kapal selam

    Pempek kapal selam bukan satu-satunya jenis pempek yang ada di Indonesia. Sebaliknya, kamu bisa menemukan belasan jenis pempek dengan rasa, bentuk, ukuran, dan ciri khasnya tersendiri. Ada pempek lenjer (bentuknya memanjang), pempek adaan (mirip bakso), pempek keriting (serupa gumpalan mi), hingga pempek tunu (dibuat dengan cara dipanggang).

    Pempek juga tak selalu dibuat dari ikan tenggiri, ada juga pempek dos yang tak menggunakan ikan sama sekali. Di luar itu, ada juga pempek kulit yang juga unik karena dibuat dari campuran daging dan kulit ikan.

    Alasan kenapa disebut pempek kapal selam membuktikan bahwa tiap makanan memiliki sejarah penamaan unik. Dalam hal ini, penamaan makanan bisa bervariasi tergantung cara pembuatan, bentuk, rasa, hingga budaya masyarakat itu sendiri.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More