Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Fungsi Crema dalam Kopi, Kamu Sudah Tahu?

Fungsi Crema dalam Kopi, Kamu Sudah Tahu?
Potret espresso (unsplash.com/Kevin Butz)

Sebagai pencinta kopi, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah crema. Lapisan busa berwarna cokelat keemasan ini terbentuk secara alami saat kopi diekstraksi dengan tekanan tinggi. Meski terlihat sederhana, ternyata crema punya peran penting yang memengaruhi rasa dan pengalaman menikmati kopi, lho.

Sebagian orang tak mempermasalahkan soal crema, sebagian lainnya sangat peduli dengan ketebalan crema. Sebenarnya, apa, sih, fungsi crema dalam kopi? Sepenting itukah peranannya dalam secangkir kopi? Untuk memahaminya lebih lengkap, simak penjelasannya di bawah ini, ya!

1. Menjaga aroma kopi tetap "terkunci"

Potret orang mencium aroma kopi
Potret orang mencium aroma kopi (vecteezy.com/Mix and Match Studio)

Fungsi pertama crema adalah menjaga aroma kopi tetap terperangkap di dalam cairan espresso. Saat kopi diseduh, berbagai senyawa aromatik akan muncul dan crema membantu untuk “mengunci” aroma tersebut, agar tidak cepat menguap.

Tanpa crema, aroma kopi bisa lebih cepat hilang atau menguap ke udara sebelum sempat dinikmati. Hal ini tentu akan mengurangi pengalaman nikmatnya minum kopi, terutama bagi kamu yang suka menikmati wangi kopi sebelum menyeruputnya.

2. Memberikan tekstur yang lebih halus pada kopi

Potret espresso
Potret espresso (unsplash.com/id/@adigold1)

Selain aroma, crema juga berperan dalam memberikan tekstur yang khas untuk espresso. Lapisan ini menciptakan sensasi lembut dan creamy saat kopi pertama kali menyentuh mulut atau lidah.

Tekstur tersebut membuat espresso terasa lebih seimbang dan tidak terlalu tajam. Bahkan, crema bisa membantu mengurangi kesan pahit yang terlalu kuat pada kopi. Hasilnya, kopi jadi lebih "mudah" dinikmati, bahkan oleh pemula sekali pun.

3. Menjadi indikator kualitas kopi

Potret biji kopi
Potret biji kopi (pexels.com/Lukas Blazek)

Fungsi crema selanjutnya adalah indikator kualitas kopi. Crema yang tebal, stabil, dan berwarna cokelat keemasan menunjukkan bahwa kopi diekstraksi dengan sangat baik.

Sebaliknya, crema yang terlalu tipis atau cepat hilang bisa menjadi tanda bahwa biji kopi kurang segar atau proses ekstraksinya kurang optimal. Faktor seperti tekanan mesin, grind size, dan suhu air juga sangat berpengaruh terhadap hasil crema.

4. Memberikan tampilan yang cantik pada kopi

Potret espresso
Potret espresso (pexels.com/Berkan Can)

Penampilan atau visual pada kopi itu sangat penting, terutama jika kopinya disajikan di kafe atau untuk kompetisi kopi. Visual ini akan memberikan kesan pertama sebelum rasa dinilai. Keberadaan crema yang berwarna cokelat keemasan dan cantik kerap membuat kopi, terutama espresso, terlihat lebih menggoda.

Gak heran kalau banyak barista berusaha menghasilkan crema yang sempurna. Selain enak, kopi juga jadi lebih menarik untuk dinikmati, bahkan sekadar dilihat. Dari tampilannya saja sudah bikin mood naik, ya, kan?

5. Menambah kompleksitas rasa

Potret orang sedang minum kopi
Potret orang sedang minum kopi (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Crema tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap visual, tetapi juga berkontribusi terhadap rasa kopi. Di dalam crema terdapat emulsi minyak dan gas karbondioksida yang membawa berbagai "rasa."

Saat diminum, crema akan bercampur dengan cairan espresso dan menciptakan rasa yang lebih kompleks. Perpaduan antara pahit, asam, dan sedikit manis terasa lebih seimbang. Hal inilah yang membuat espresso memiliki karakter rasa yang khas.

Nah, sekarang kamu sudah tahu fungsi crema dalam kopi. Selain menjaga aroma kopi, ternyata crema juga beperan dalam hal visual dan rasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

5 Dessert Khas Filipina yang Disajikan dengan Leche Flan, Manis Menggoda

06 Apr 2026, 17:15 WIBFood