5 Dessert Khas Filipina yang Disajikan dengan Leche Flan, Manis Menggoda

Pernah mencicipi leche flan, puding berlapis karamel? Rasanya manis dengan tekstur lembut yang bisa langsung disantap atau menjadi pelengkap hidangan lain. Dessert asal Filipina tersebut diadopsi dari creme caramel Eropa yang terbuat dari campuran kuning telur dan susu.
Masyarakat Filipina sering menyajikan leche flan untuk hidangan penutup sehari-hari, acara penting, serta menu di tempat makan hingga kafe. Jika bosan, sebagian orang menyajikannya bersama dessert lain untuk membuat teksturnya lebih kaya dan menyeimbangkan rasa. Mau tahu apa saja dessert khas Filipina yang sering disajikan dengan leche flan? Berikut ini daftarnya.
1. Ube cake

Ubi ungu atau ube termasuk bahan andalan untuk membuat berbagai macam makanan khas Filipina, terutama yang bercita rasa manis. Warna ungu yang khas bisa menjadi pewarna sekaligus perasa alami dalam kreasi makanan. Salah satu yang paling umum adalah ube cake, teksturnya seperti chiffon cake dengan warna ungu.
Ube cake asal yang ringan dan lembut sering dikombinasikan dengan leche flan untuk lapisan paling atas. Dapat berupa ube cake utuh maupun ube cupcake yang lebih cocok untuk porsi kecil. Sebagian ube cake yang dibuat berlapis juga menggunakan yema cream di tengahnya, sehingga rasa manisnya pas dengan tekstur creamy, lembut, dan moist dalam satu gigitan.
2. Graham de leche

Biskuit graham terbuat dari gandum utuh yang digiling kasar. Teksturnya renyah, rasanya sedikit manis dan gurih dengan sentuhan rasa rempah sehingga sering disajikan bersama krim kocok dan buah-buahan. Di Filipina, biskuit graham dan leche flan merupakan hidangan penutup yang terasa mewah.
Graham de leche terdiri dari tiga lapisan dengan tekstur dan rasa berbeda. Biskuit graham menjadi lapisan paling dasar, setelah itu krim kocok yang meleleh di mulut berada di bagian tengah. Bagian teratasnya berupa leche flan yang lebih padat, tetapi lembut, kontras dengan biskuit graham.
3. Halo-halo

Leche flan gak cuma cocok untuk aneka jenis kue, tetapi juga bisa menjadi pelengkap es. Kamu tentu sudah familier dengan halo-halo, hidangan penutup yang menyegarkan. Halo-halo terbuat dari es serut, susu kental manis, dan aneka isian seperti jelly, es krim ube, buah segar, kelapa, dan tentunya leche flan.
Cara penyajian leche flan untuk halo-halo agak berbeda dengan kue. Kamu cukup menambahkan satu atau dua potong di atas es serut sebelum disajikan. Secara visual memang menggugah selera karena warna isiannya beragam dan rasa manisnya pun tidak berlebihan.
4. Mais con yelo

Dessert dingin lainnya yang sering disajikan dengan leche flan, yakni mais con yelo atau maiz con hielo. Sepintas akan mengingatkanmu pada jagung, susu, keju (jasuke). Meski sebenarnya mais con yelo termasuk variasi dari halo-halo yang terbuat dari es serut, jagung, susu, dan gula.
Keduanya punya cara penyajian yang mirip dan sama-sama populer saat kemarau. Beberapa varian mais con yelo juga menggunakan es krim. Demikian pula dengan penambahan leche flan yang hanya beberapa potong di bagian atasnya.
5. Turon

Turon dapat mengingatkanmu pada pisang cokelat (piscok) yang mudah dijumpai di Indonesia. Keduanya memang mirip, tapi turon tidak menggunakan cokelat. Pisang yang menjadi isian dibaluri gula pasir terlebih dahulu, sebelum dibungkus dengan kulit lumpia.
Ketika turon digoreng, maka gula akan menjadi karamel menempel pada kulit lumpia. Oleh sebab itu, leche flan yang punya lapisan karamel juga dapat digunakan sebagai isian pengganti pisang. Tekstur turon akan terasa renyah di luar, lembut, dan lembut di dalam.
Sejumlah dessert khas Filipina tersebut bisa jadi combo dan istimewa saat disajikan dengan leche flan. Teksturnya yang kontras dalam satu gigitan dan tetap menyeimbangkan rasanya. Ada yang pernah kamu coba?


![[QUIZ] Dari Makanan yang Kamu Santap sebelum Konser, Kami Tahu Siapa Biasmu di BTS](https://image.idntimes.com/post/20251231/gn3hp-_ayaa9xyx_bc0347c7-376b-46a2-9d92-ecb05655b27b.jpg)
















